Kapolda Tegaskan Tidak Ada Penangkapan Teroris di Pulau Bali

oleh
Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose memberi keterangan kepada wartawan tentang penangkapan seorang pria yang diduga teroris, di Kantor KPU Provinsi Bali, Rabu (27/6/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Tim Subdit I Ditreskrimum Polda Bali bersama Satgas Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) dan Satuan Brimob Polda Bali mengamankan seorang laki-laki berinisial EBA di Jalan Gandapura III E No. 43, Banjar Kertalangu, Denpasar Timur, Selasa (26/6/2018) sekitar pukul 20.30 WITA.

Pria tersebut diduga telah melakukan tindak pidana menyimpan dan memiliki amunisi berupa peluru tajam sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Dari tangan EBA, polisi menyita barang bukti berupa 103 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 9 butir amunisi kaliber 40 mm, 9 butir amunisi kaliber 762 mm, 104 butir amunisi kaliber 9 mm, 1 pucuk airsoft gun slug, 1 butir amunisi kaliber 45 mm, 1 butir amunisi kaliber 38 mm, dan 20 butir peluru hampa.

Barang bukti peluru. (Ist)

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan 8 butir proyektil, 135 butir selongsong peluru, 1 buah invinite powder anti huru-hara, 5 buah sangkur, 1 buah pisau serta 2 pucuk airsoft gun laras panjang dan 2 pucuk laras pendek.

Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose menegaskan pihaknya tidak ada menangkap teroris, tetapi yang ditangkap adalah orang yang mempunyai senjata dan amunisi. Pelaku diketahui memiliki senjata dan amunisi dari dunia maya (cyberspace), sehingga Satgas CTOC melakukan penangkapan.

“Tidak ada terduga, apalagi teroris, yang ada di Pulau Bali ini. Tidak ada menemukan buku jihad. Saat ini pelaku sedang didalami dan diperiksa,” kata Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose di Kantor KPU Provinsi Bali, Rabu (27/6/2018).

Sebelumnya, beredar kabar pria asal Jawa Timur itu merupakan anggota jaringan teroris. Namun, Kapolda Bali membantah bahwa EBA merupakan anggota jaringan teroris.

“Bukan terduga teroris.  Yang ditangkap itu  hanya orang punya senjata dan amunisi. Jadi, dia bukan (teroris),” kata Golose.

Dia juga menegaskan, pria tersebut ditangkap oleh anggota Satgas CTOC, bukan Densus 88.  Dia juga membantah adanya penemuan buku jihad. “Tidak ada buku jihad. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif,” ujarnya. (Dsd/Sir)