Kapolda Bali: Pelajar dan Mahasiswa Rentan Terpapar Radikalisme

oleh
Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose memberikan pembekalan kepada mahasiswa di Gedung Widya Sabha, Universitas Udayana, Selasa (26//6/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose mengatakan pelajar dan mahasiswa di Indonesia rentan terpapar radikalisme. Penanggulangannya dilakukan dengan cara kontra radikalisasi, kontra ideologi, deradikalisasi, dan penegakan hukum.

Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose menyampaikan hal itu saat memberikan pembekalan umum KKN PPM Periode XVII Tahun 2018 Universitas Udayana di Gedung Widya Sabha, Universitas Udayana, Selasa (26//6/2018).

Dalam kegiatan pembekalan umum di Universitas Udayana, Kapolda Bali menyampaikan materi tentang dinamika radikalisme dan terorisme di Indonesia berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga terpercaya.

“Termasuk dengan memberikan pembekalan atau pemahaman kepada para pelajar dan mahasiswa yang rentan terpapar radikalisme,” katanya.

Seiring perkembangan teknologi saat ini, Irjen Pol. Golose menambahkan, banyak beredar ajaran-ajaran yang menyimpang dari ideologi Pancasila. Sehingga, lembaga pendidikan diharapkan lebih menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila kepada anak didiknya agar tidak mudah tergerus oleh perubahan arus globalisasi dengan menerapkan Konsensus Dasar Negara Republik Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Selain menyampaikan materi tentang radikalisme dan terorisme, Kapolda Bali juga mengajak seluruh mahasiswa KKN Universitas Udayana yang berjumlah 2.500 orang untuk bersama-sama menyanyikan lagu-lagu nasional.

Di akhir kegiatan, mantan Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT ini menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Udayana karena tingkat pemahaman tentang nasionalisme sangat tinggi. Seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini juga mengatakan tidak ada yang setuju apabila ada idiologi lain selain idiologi Pancasila.

“Saya yakin bahwa ini akan menjadi embrio yang sangat baik dalam rangka program deradikalisasi maupun kontra radikalisasi. Dengan pemahaman kebangsaan yang merupakan obat mujarab bagi bangsa kita yang akhir-akhir ini banyak masalah dengan radikalisme dan terorisme,” pungkasnya. (*/Sir)