Kapolda Bali Minta Tiga Ormas Dibubarkan, Koster Hanya Beri Surat Peringatan

oleh
Gubernur Bali I Wayan Koster. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Polda Bali merekomendasikan agar Pemerintah Provinsi Bali menindak tiga organisasi massa (Ormas) di Bali yang dinilai melakukan tindak pidana dan organized crime yang telah meresahkan masyarakat.

Tindakan yang dianjurkan Polda Bali berupa pencabutan surat keterangan terdaftar atau pencabutan status badan hukum, penghentian sementara kegiatan, dan pembubaran Ormas. Rekomendasi ini tertuang dalam surat Kapolda Bali Nomor: R/846/IV/2017/Bidkum, tanggal 21 April 2017.

Namun, apa yang direkomendasikan Kapolda Bali tidak sepenuhnya dijalankan Pemerintah Provinsi Bali. Sebagai tindak lanjut surat Kapolda Bali itu, Gubernur Bali Wayan Koster hanya memberi surat peringatan kepada tiga Ormas tersebut, yakni Dewan Pengurus Pusat Laskar Bali, DPD Keluarga Suka Duka Baladika Bali, dan Pemuda Bali Bersatu (PBB).

Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga krama Bali agar senantiasa hidup dalam ketenteraman, ketertiban, kenyamanan, keamanan, dan keharmonisan masyarakat Bali.

“Seperti menjaga kehidupan masyarakat agar terhindar dari keresahan atas tindakan yang dilakukan oknum anggota Ormas,” ujar Gubernur Koster kepada wartawan di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (15/1/2019).

Untuk menyikapi surat Kapolda Bali tersebut, Pemerintah Provinsi Bali memberi jawaban dengan mengirim surat kepada Kapolda Bali yang isinya: Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolda Bali yang telah melakukan tindakan penegakan hukum secara tegas dan berkelanjutan terhadap segala bentuk gangguan ketenteraman dan ketertiban yang meresahkan masyarakat.

Selanjutnya, Gubernur Bali memberi surat peringatan kepada tiga Ormas: Dewan Pengurus Pusat Laskar Bali, DPD Keluarga Suka Duka Baladika Bali, dan Pemuda Bali Bersatu (PBB).

“Tadi saya sudah ngobrol dari hati ke hati dengan pimpinan ketiga Ormas itu, dan mereka telah beritikad baik untuk menjaga hubungan. Dan bagi saya sebagai Gubernur Bali, mereka adalah anak-anak saya. Saya berkewajiban untuk membina anak-anak saya,” ujar Gubernur Koster dengan suara bergetar menahan haru.

Saat mengutarakan hal itu, Gubernur Koster didampingi Ketua DPD Baladika Bali I Bagus Alit Sucipta atau Gus Bota, Ketua Laskar Bali AA Ketut Suma Wedanta alias Gus Alit, dan anggota dewan pembina Ormas PBB.

Setelah penyampaian surat peringatan itu, menurut Koster, akan ada evaluasi dan pembinaan bagi ketiga Ormas tersebut.

“Apalagi ada Ormas yang masa berlakunya, yakni surat tanda terdaftar, tidak sampai setahun lagi habis. Ini mesti dijadikan ajang untuk menjaga diri. Khususnya, jangan sampai terlibat pembunuhan,  penganiayaan, pengrusakan, pengancaman,  pemerasan, penyalahgunaan narkoba, premanisme, dan kegiatan yang merusak fasilitas umum,” ujar Koster.

Sebelumnya, para pimpinan organisasi yang hadir telah menandatangani surat pernyataan untuk menjaga ketertiban, ketenteraman, keamanan, kenyamanan, dan kedamaian Bali. (*)