Kapolda Bali Kunjungi Markas Pasukan Elite Kepolisian Tiongkok, Ini Tujuannya

oleh
banner 300250

Tiongkok, suarabali.com  – Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose melakukan kunjungan kerja ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) selama delapan hari (17-24/12/2018).


Dalam kunjungan itu, Kapolda didampingi Karo SDM Kombes Pol. Agus Djaka Santoso, Direktur Intelkam Kombes Pol. Wahyu Suyitno, Direktur Reskrimsus Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho, Dansat Brimob Kombes Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, dan Kabid Humas Kombes Pol. Hengki Widjaja.

Kunjungan Kapolda Bali dan rombongan ke Negeri Tirai Bambu itu untuk membahas dan meningkatkan kerja sama antara Polri, khususnya Kepolisian Daerah Bali, dengan pemerintah Tiongkok terkait penanganan transnational crime.

Usai bertemu dengan Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Shanxi, rombongan Kapolda Bali juga berkunjung ke Markas Zheng Zhou Te Jing yang berlokasi di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, Rabu (19/12/2018). Kemampuan pasukan elite Kepolisian RRT yang bernama SWAT ini setara dengan pasukan Brimob Polri.

Kedatangan jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini disambut oleh Kepala Satuan Zheng Zhou Te Jing, Feng Xian Bin, didampingi pejabat kepolisian setempat. Kemudian rombongan Kapolda menyaksikan peragaan dan kemampuan pasukan SWAT.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, mengatakan, salah satu rangkaian kegiatan Kapolda Bali dalam kunjungan kerjanya ke RRT adalah mengunjungi Zheng Zhou Te Jing.

Di tempat itu, Kapolda melihat dan mencoba berbagai jenis senjata dan peralatan yang dimiliki pasukan SWAT.

“Mereka juga menjelaskan secara singkat mengenai tahap-tahap latihan untuk meningkatkan kemampuan personel. Mulai dari latihan fisik, latihan kosentrasi menembak sasaran dan penyelamatan korban atau sandera,” terang Hengky Widjaja, Kamis (20/12).

Diakhir kunjungan kerja itu, Kapolda memberikan apresiasi kepada seluruh pasukan SWAT yang sudah melakukan peragaan dengan semangat.  Kapolda juga memuji persenjataan dan peralatan yang digunakan pasukan SWAT dalam bertugas.

Seperti dikethui, petugas keamanan tak hanya waspada memantau pelaku kejahatan di dalam negeri. Ancaman kejahatan yang paling diwaspadai oleh negara di dunia saat ini adalah kejahatan transnasional (transnational crime).

Kejahatan transnasional merupakan kejahatan terorganisasi yang terjadi lintas perbatasan negara dan melibatkan kelompok atau jaringan yang bekerja di lebih dari satu negara untuk merencanakan dan melaksanakan bisnis ilegal.

Beberapa di antaranya adalah terorisme, narkotika, kejahatan ekonomi, perdagangan manusia, pencucian uang, dan kejahatan siber.

Karena pelaku kejahatan ini dari berbagai negara, maka penanganannya pun harus melibatkan antar negara.

Upaya atau solusi yang tepat dalam menangani kejahatan ini adalah dengan membuat perjanjian kerja sama dan ekstradisi antar negara. (*)