Kapolda Bali Ceramah Bahaya Radikalisme dan Terorisme

oleh
Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose mengatakan radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman global. Kini, banyak orangtua sampai aparat sipil negara (ASN) ikut terpapar paham radikal dan teroris.

“Salah satu upaya menangkalnya adalah kembali kepada konsensus bangsa kita, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Petrus Golose saat menjadi narasumber di Gedung Perkasa Raga Garwia, Rabu (16/10/2019).

Menurut Golose, sifat multikultur yang sudah melekat di dalam bangsa Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika memang terlihat hal sepele. Namun, Indonesia sudah membentuk ratusan suku, ratusan budaya, dan ratusan bahasa disatukan dalam bangsa Indonesia.

Untuk itu, kata dia, penting memiliki daya tangkal yang kuat oleh orangtua dan anak dengan cara memahami ideologi dan dasar-dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia agar generasi muda tidak terpapar radikalisme.

“Paham radikal ini bukan di satu agama saja, hampir di semua agama. Sehingga, daya tangkal itu hanya satu, ideologi kita adalah Pancasila. Kalau kita dijajah dengan ideologi lain sebenarnya simpel, kalau dibicarakan di Indonesia belum selesai. Tapi, namanya Indonesia ini sudah selesai dan final,” ungkap Golose di depan ratusan peserta.

“Saya ingin generasi muda mengetahui, menguasai, dan mencintai empat konsesus dasar bangsa Indonesia tersebut, karena nilai-nilai ini sangat penting. Sebab di dalamnya ada nilai ketuhanan, kemanusiaan, demokrasi, kesatuan wilayah, dan nilai keadilan yang bisa membentengi bangsa kita,” imbuhnya.

Dengan mengetahui dan mencintai nilai-nilai konsesus dasar ini, dia berharap generasi muda akan bisa membentengi bangsa Indonesia dari berbagai ancaman disintegrasi. Generasi muda juga tidak akan mudah terpengaruh berbagai ujaran kebencian yang tidak mendasar dilakukan orang-orang yang menginginkan perpecahan bangsa.

”Saya juga berharap ke depan SMA/SMK yang hadiri dapat menambah kader dan pendekar Pancasila yang siap menjaga NKRI serta mempertahankan semboyan Bhineka Tunggal Ika, sehingga membawa pengaruh positif di dunia pendidikan,” ujarnya

Diakhir kegiatan, Kapolda Bali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan menolak paham radikalisme. “Penyebaran paham radikalisme telah merambah dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Mari bersama-sama menangkalnya, karena paham radikalisme sangat berbahaya dan dapat mengganggu stabilitas keamanan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Menurut dia, bangsa Indonesia terbentuk dari beragam suku, budaya, agama, adat istiadat, dan ras. Masyarakatnya yang majemuk, menjadikan Indonesia memiliki karakteristik yang unik. Jika masyarakat Indonesia tidak bisa membentengi diri, maka kemajemukan ini sangat rentan dipengaruhi paham radikalisme yang ingin memecah belah persatuan NKRI.

“Sekali lagi saya berpesan kuasai ideologi bangsa kita Pancasila, menjaga sumber hukum yaitu Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, bagaimana kita tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Inodonesia. Dan, tentunya tetap dengan keberagaman karena kehebatan Indonesia, itu karena kita berbeda-beda,” pungkasnya.

Kegiatan terkait Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-67 itu juga dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, para Pejabat Utama Polda Bali, Kapolres/Ta se Bali, pengurus Bhayangkari Daerah Bali, serta siswa SMA/SMK di Denpasar. (*)