Kapal Kecil Dikerahkan untuk Evakuasi Wisatawan di Gili Trawangan

oleh
Evakuasi wisatawan di Gili Trawangan. (ist)
banner 300250

Lombok, suarabali.com – Kepala Dinas Pariwisata NTB M. Faozal mengatakan Tim SAR terus mengerahkan kapal-kapal kecil berkapasitas 20 orang untuk mengevakuasi wisatawan yang berada di pantai. Karakter air di Gili Trawangan yang dangkal membuat tim evakuasi tidak bisa mengerahkan kapal-kapal besar untuk mengevakuasi para wisatawan.

“Wisatawan yang sudah berhasil langsung dibawa ke posko bencana. Kemudian akan dibawa ke Pelabuhan Lembar untuk diangkut ke Bali menggunakan kapal ferry. Ada juga yang diantar ke bandara,” jelas Faozal.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Cabang Lembar yang melayani lintasan Lembar-Padangbai atau menghubungkan wilayah Lombok dan Bali, maupun di Cabang Kayangan juga beroperasi kembali.

“Dari Kemenpar sudah mengirimkan bus untuk membawa wisatawan yang berhasil dievakuasi. Dari pelaku pariwisata juga banyak yang mengerahkan mobilnya untuk membantu,” jelasnya.

Angkasa Pura (AP) I sebagai pengelola Bandara Lombok Praya (LOP) juga membantu dengan menyiapkan berbagai fasilitas khusus bagi para wisatawan yang sedang menunggu proses evakuasi. Beberapa fasilitas yang telah disiapkan, di antaranya, karpet sebagai alas istirahat, air mineral, makanan kecil, hingga selimut bagi lansia dan anak-anak.

Tak hanya itu, upaya antisipasi dengan adanya penambahan petugas cleaning service juga dilakukan agar kebersihan tetap terjaga dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Sedangkan bagi operator penerbangan, telah disediakan reservation dan ticketing counter bagi operator penerbangan untuk penanganan reschedule dan reservasi penerbangan.

Crisis Center Kemenpar terus bertugas memantau segala situasi terkait akses, amenitas dan atraksi (3A) yang berdampak langsung pada para wisatawan di Lombok dan Bali. Menpar Arief Yahya juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berdoa agar situasi dan kondisi di Lombok maupun Bali kembali normal dan aman terkendali. (*)