Kampanye Negatif dapat Diproses Hukum Jika Ada yang Merasa Dirugikan

oleh
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. (ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Kampanye negatif belakangan ini marak beredar di media sosial maupun media online. Merespon hal itu, Mabes Polri menyatakan kampanye negatif boleh selama tidak ada yang komplain atau keberatan. Namun, apabila ada yang komplain dan merasa dirugikan, maka Polri akan menindak tegas berdasarkan hukum yang berlaku.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto menjelaskan, kampanye negatif (negative campaign) berbeda dengan kampanye hitam (black campaign). Kampanye hitam jelas bisa dipidana, karena cenderung berbau fitnah dan kebohongan. Sementara negative campaign tentang kelemahan-kelemahan seseorang, kemudian diekspose. Apabila yang bersangkutan merasa nyaman dan tidak peduli, tidak menjadi masalah.

“Kalau yang bersangkutan tidak nyaman dan merupakan katakan aib orang yang dieskpose, ya tidak boleh. Negative campaign kan gitu, mengeksploitasi kekurangan dan kelemahan seseorang,” jelas Kadiv Humas Polri. (*)