Kampanye Hidup Sehat, Nila Moeloek Ajak Masyarakat Lari 5 Km

oleh
Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek bersama masyarakat mengikuti acara lari 5 kilometer, Minggu (6/10/2019). (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat berlari sejauh 5 kilometer bareng Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek dan pejabat Kemenkes lainnya. Kegiatan lari 5 km ini bertujuan mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa aktivitas fisik dengan olahraga lari penting dilakukan.

Lari merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang harus dibudayakan dalam kehidupan masyarakat. Aktivitas fisik jenis ini dapat dilakukan minimal 30 menit sehari secara rutin untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan lari 5 kilometer dalam rangka menyosialisasikan Germas. Ini penting dilakukan mengingat kondisi kesehatan masyarakat berdasarkan data BPJS Kesehatan cukup memprihatinkan.

“Ada penyakit katastropik itu tinggi seperti gagal ginjal, kanker, diabetes. Penyakit katastropik ini sebenarnya bisa dicegah dengan pola hidup sehat, salah satunya lari ini,” kata Nila Moeloek usai lari 5 km, Minggu (6/10/2019).

Indikator masyarakat sehat dapat dilihat melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK). Ada 12 indikator masyarakat sehat dalam PISPK, antara lain, keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB), ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif, balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan.

Selain itu, penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

“PISPK ada di Puskesmas, petugas melakukan pendataan langsung kepada keluarga berdasarkan 12 indikator. Selain itu, juga petugas memberikan edukasi terkait pencegahan penyakit,” ucap Menkes.

Lari 5 km ini mengundang seluruh kementerian dan lembaga. Dikemas dalam tajuk ‘Healthies Run 5 K’ mengundang seluruh masyarakat dan komunitas untuk berpartisipasi membudayakan Germas.

Sekretaris Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi mengatakan lari 5 km merupakan salah satu upaya membudayakan Germas dengan melibatkan seluruh masyarakat.

Healthies run tak hanya lari, tapi ada pesan kesehatan untuk masyarakat. Diikuti lebih dari seribu peserta terdiri dari masyarakat dan komunitas runner,” kata Oscar.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga drg. Kartini Rustandi menambahkan, lari harus menjadi pola hidup sehat sehari-hari. Selain lari, dia juga mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, rajin makan buah dan sayur.

“Berlatihlah dengan memulai dari langkah kecil terus menerus tapi rutin. Caranya pertama jalan, jalan cepat, kemudian lari. Lari lima menit sudah, selanjut terus-menerus semakin meningkat durasi larinya,” katanya. (*)