Kakek Gubernur Anies Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

oleh
Prosesi pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh dari berbagai daerah di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11/2018). (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com  – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang ke Istana Negara, Kamis (8/11/2018). Anies datang bersama ibunya, Aliyah Rasyid, untuk menghadiri prosesi pemberian gelar pahlawan nasional kepada kakeknya, Abdurrahman (AR) Baswedan, di Istana Negara, Jakarta.

Anies berangkat ke Istana Negara dari Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 12.00 WIB. Anies mengenakan jas dan ibunya, Aliyah Rasyid, mengenakan kebaya. “Kami akan menghadiri pemberian gelar pahlawan nasional pada kakek kami, AR Baswedan. Kebetulan saya pribadi tumbuh besar bersama dengan kakek satu rumah di Yogya,” kata Anies.

Anies mengaku punya kedekatan dengan kakeknya, karena sering berinteraksi saat dia masih kecil. Salah satu jasa AR Baswedan, menurut Anies, adalah perannya mendorong Indonesia diakui kemerdekaannya oleh Mesir.

“Salah satu peran yang sering disebut adalah salah satu misi diplomatik ke Mesir untuk mendapatkan pengakuan de jure dan de facto dari Mesir sebagai negara pertama,” jelasnya.

AR Baswedan diketahui pernah terlibat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). AR Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure serta de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia dari Mesir.

Selain Abdurrahman (AR) Baswedan, Presiden Jokowi juga memberikan memberikan gelar pahlawan nasional kepada 5  tokoh Indonesia lainnya. Kelima tokoh itu adalah IR H Pangeran Mohammad Noor ( tokoh dari Kalimantan Selatan),  Agung Hajjah Andi Depu (tokoh dari Sulawesi Barat), Depati Amir (tokoh dari Bangka Belitung), Kasman Singodimedjo (tokoh dari Jawa Tengah), dan  Brigjen K.H. Syam’un (tokoh dari Banten).

Pemberian gelar Pahlawan Nasional itu diterima langsung oleh para ahli warisnya di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11/2018) pukul 13.00 WIB.  Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi.

“Untuk mengenang jasa para pahlawan, marilah kita mengheningkan cipta sejenak,” kata Jokowi.

Gelar tersebut diberikan Jokowi sesuai dengan Keppres Nomor 123/TK/Tahun 2018 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Sebelumnya, nama-nama yang masuk digodok oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial. Setelah itu, diajukan ke Presiden hingga dipilih enam nama pada 2018. (*)