Jokowi: Porses Perizinan di Indonesia Harus Dipercepat

oleh
banner 300250

NUSA DUA, SUSRABALI.COM –  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengimbau, masyarakat Indonesia harus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang teramat cepat. Di era digital ini, negara kita masih tertinggal dengan negara lainnya yang hampir semua transaksi bisnis dan perizinan usaha sudah beralih dengan cara on-line.

“Hal yang berhubungan dengan pembayaran semuanya on-line. Kita baru 10 persen yang membayar dengan nontunai, itu pun sudah ditinggal. Kalau perubahan-perubahan ini tidak kita sadari, maka kita akan ditinggal oleh negara lain,” ucap Jokowi pada ara  Seminar Internasional Ikatan Notaris Indonesia di Nusa Dua Bali, Jumat (08/09/2017).

Kepada para notaris, Jokowi bercerita saat dirinya masih menjadi pengusaha dan kepala daerah. Ia mengatakan, selama menjadi pengusaha, Jokowi selalu berurusan dengan notaris sehingga memahami tugas dan tanggung jawab notaris.

“Jadi saya bisa paham, apakah yang dikerjakan oleh notaris, bagaimana pelayanan notaris. Begitu susahnya, begitu panjangnya perizinan kita. Sekarang ini bukan negara besar mengalah negara kecil, tetapi negara yang cepat mengalahkan negara yang lambat,” ujarnya.

Jokowi menyoroti porses perizinan di Indonesia masih berbelit-belit dan butuh waktu panjang. Padahal, kata Jokowi, dari pengalamannya mengurus perizinan investasi di Kantor Perekonomian  Uni Emirat Arab 16 tahun lalu, proses perizianan di sana hanya perlu waktu kurang dari satu jam.
Itulah sebabnya, menurut Jokowi,  saat ini Uni Emirat Arab sangat maju.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga ingin notaris ikut mengevaluasi regulasi Indoensia yang masih menghambat proses perizian.

ingin proses perizianan Indonesia juga lebih cepat.

“Saya minta agar notaris Indonesia untuk melihat, menilai, mana regulasi yang perlu dihilangkan karena menghambat, sehingga kecepatan pembangunan dicapai. Ada 42 ribu regulasi yang tumpang tindih. Negara kita penuh dengan aturan. Sedikit-sedikit aturan, sedikit-sedikit aturan, semua jadi tidak teratur,” tegas Jokowi.

Di akhir acara, Jokowi meminta tiga orang notaris naik ke panggung  untuk melakukan simulasi perizinan secara on-line yang notaris yang dalam prakteknya mencapai dua minggu. Padahal, dalam simulasi tersebut hanya mengurus izin hanya perlu waktu dua menit(mkf)