Jelang Galungan, Distan Denpasar Imbau Masyarakat Cek Kesehatan Daging Hewan

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Dinas Pertanian (Distan) dan UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar mengimbau masyarakat agar memeriksa kesehatan hewan sebelum disembelih dan daging yang hendak dikonsumsi.

Imbauan tersebut disampaikan terkait Hari Suci Galungan dan Kuningan. Sebab, ada tradisi nampah atau memotong hewan yang biasa dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan Hari Suci Galungan, yang dikenal dengan istilah Penampahan Galungan.

Itu sebabnya, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra meminta masyarakat memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih menjelang hari Suci Galungan. Hal ini dapat dilakukan dengan pengecekan hewan sebelum dan sesudah disembelih oleh dokter hewan yang  berwewenang.

“Semua pihak agar selalu meningkatkan koordinasi, informasi, dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan sanitasi yang ada,” katanya, Kamis (13/2/2020).

Dia juga mengimbau agar konsumen tidak mengonsumsi daging mentah (belum dimasak). Sehingga, masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengonsumsi daging saat perayaan Hari Suci Galungan.

Terkait maraknya isu kematian babi belakangan ini, Ambara mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi daging babi. Alasannya, menurut dia, penyebab kematian babi tersebut tidak bersifat zoonosis atau tidak menularkan penyakit dari hewan ke manusia. Sehingga, daging babi aman dikonsumsi sepanjang pengolahanya tepat dan dimasak sempurna dengan suhu di atas 70 drajat celcius.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga rutin mengecek kesehatan hewan di peternakan, kesehatan daging di pasar, serta pengecekan post morthem dan ante morthem.

Di tempat terpisah, Kasubag Tata Usaha RPH Kota Denpasar AA Mayun menjelaskan, RPH Kota Denpasar dalam menunjang kelancaran pemotongan hewan jelang hari besar keagamaan senantiasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih. Sehingga, hewan yang disembelih nantinya menghasilkan daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Menurut Agung Mayun, hal ini dilakukan dengan pemeriksaan secara rutin terhadap hegien dan sanitasi, baik pemeriksaan hewan sebelum dipotong (antemortem) maupun pemeriksaan daging hasil pemotongan (postmortem).

“Hal ini tidak lain adalah untuk menjamin keamanan dan ketenteraman batin masyarakat dalam mengonsumsi pangan asal hewan, khususnya daging babi yang sehat, aman, dan utuh,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memprediksi akan terjadi lonjakan permohonan pemotongan hewan di RPH Kota Denpasar. Peningkatan tersebut diprediksi mencapai 200 persen dibanding hari biasa yang hanya 100 sampai 125 ekor per hari.

“Iya, kami prediksi akan terjadi peningkatan yang signifikan. Hal ini dikarenakan meningkatkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemotongan hewan di RPH. Selain alasan kesehatan, pelaksanaan yang simpel juga menjadi alasan,” terangnya.

Terkait menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan, kata dia, pihaknya menyiagakan 14 orang tenaga pemotong hewan yang terlatih dan berpengalaman. Juga disiagakan 6 dokter hewan yang menangani pemeriksaan antemortem (hewan sebelum disembelih) dan postmortem (hewan setelah disembelih). (*)