Jatim Sahabat Terdekat Wilayah Indonesia Timur

oleh
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat mengisi workshop di Hotel Fairfield by Marriot Legian, Kuta, Badung, Kamis (13/2/2020). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak terus melakukan upaya percepatan perekonomian Jawa Timur (Jatim). Satu di antaranya adalah memperluas relasi Jatim dengan wilayah lain di wilayah Indonesia bagian timur. Dia menyebut Jawa Timur adalah sahabat terdekat daerah di wilayah timur Indonesia.

“Jawa Timur sendiri tengah memosisikan diri menjadi sahabat terdekat bagi daerah-daerah di Indonesia timur,” ungkap Emil saat mengisi workshop yang diselenggarakan bersama Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Konsulat Jenderal AS untuk Surabaya di Hotel Fairfield by Marriot Legian, Kuta, Badung, Kamis (13/2/2020).

Dia menjelaskan, Jatim merupakan provinsi penyumbang dari 1/5 total perdagangan di seluruh Indonesia. Selain itu, dari sektor logistik, 19 dari 26 rute sea-tol Indonesia bagian timur berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Melihat fakta tersebut, tidak salah jika Jatim akan terus menjadi sahabat terdekat bagi daerah-daerah di wilayah timur Indonesia.

Pada workshop bertajuk “Best Practice in Planning, Financing, and Delivering Transportation Infrastructure” ini, Emil melihat keberadaan tersebut bisa dijadikan kesempatan yang bagus untuk bersama-sama merancang serta membangun inter-regional connectivity antar daerah.

Emil mencontohkan, jika kedepannya bisa disediakan kapal-kapal berkapasitas besar disertai rute yang konsisten, maka logistic cost diharapkan bisa semakin murah. Hal tersebut tentunya akan menggiatkan perdagangan antar pulau.

“Pada saat kita merancang inter-regional connectivity, kita juga mulai merancang bersama visi kita kedepan untuk logistik antar daerah yang akan kita bangun di wilayah timur Indonesia,” jelasnya.

Dalam upaya membangun konektivitas tersebut, menurut Emil, harus didukung dengan pembangunan infrastruktur. Oleh sebab itu, dia mengajak para perwakilan daerah yang hadir untuk bersama-sama membangun ekosistem yang bisa diminati oleh investor dalam negeri maupun luar negeri.

“Tanpa kemitraan semacam itu, akan sulit mengejar kebutuhan infrastruktur di Indonesia,” tutur mantan Bupati Trenggalek itu.

Dalam arahannya, Emil juga memaparkan beberapa proyek yang tengah disiapkan oleh Pemprov Jatim yang tertuang dalam Perpres 80/2019. Proyek-proyek tersebut disebutkan sebagai bentuk komitmen Pemprov Jatim untuk terus berkembang menjadi major sekaligus sahabat bagi Indonesia bagian timur.

Dengan rencana pemerintah pusat yang akan memindahkan ibukota ke Kalimantan Timur, dia mengaku optimistis jika pola mobility ini bisa semakin menarik untuk bisa dirancang bersama kedepannya.

Pada acara yang berlangsung selama dua hari tersebut, dipertemukan para pakar dalam bidang perencanaan, infrastruktur, penilaian proyek hingga keuangan dari kedua wilayah. Di antaranya Mark Mc Goven selaku Konjen AS untuk Surabaya, Sri Bagus Guritno (Direktur Kerjasama Pemerintah Swasta Rancang Bangun Bappenas), Yunan Novaris Arifidianto (Guidance and Consultation Division PT PII), Joseph Traini (tenaga ahli dari Departemen Transportasi AS) serta puluhan perwakilan dari pemerintahan daerah Indonesia timur bidang perencanaan dan infrastruktur.

Melalui pertemuan tersebut diharapkan bisa saling berbagi ilmu dan informasi, khususnya dalam bidang perencanaan daerah. Khusus bagi pemerintah AS, kesempatan tersebut menjadi bentuk dukungannya untuk terus membangun relasi dengan berbagai pemerintah daerah di Indonesia. (*)