Jalur Laut Masih Jadi Pilihan Utama Penyelundupan Narkoba

oleh
banner 300250

Badung, suarabali.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa diminta menjadi narasumber utama berbicara dalam topik ”Melalui Sosialisasi P4GN, Kita Tingkatkan Peran Aktif Aparatur di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Dalam Rangka Mewujudkan Transportasi Laut Yang Bersih dan Bebas dari Narkoba”.

Kegiatan ini mengambil tempat di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2017, di Badung Bali, Jumat (20/10).

Menurutnya, sebagian besar bandar narkoba memakai jalur pelabuhan laut di Indonesia yang dinilai sebagai rute primadona untuk meloloskan peredaran barang haram narkotika.

Hal itu bisa dilihat berbagai upaya diupayakan oleh sindikat lintas negara untuk memasukkan narkoba di Indonesia baik melalui jalur darat, laut dan udara.

Terkadang barang haram tersebut dapat masuk melalui jalur laut, pelaku mampu melaksanakan oeprasinya dengan mulus lantaran memiliki kedekatan dengan aparat setempat. Tentu saja diperlukan komitmen dan integritas dari petugas yang terkait, khususnya jajaran direktorat jenderal Perhubungan Laut.

“Jalur laut masih menjadi pintu masuk narkoba paling dominan, jalur yang melewati pelabuhan-pelabuhan resmi dan pelabuhan illegal saat ini,” ucapnya.

Suastawa, juga menyampaikan bahwa penyebab seseorang sebagai penyalahguna dari sisi individu yaitu coba-coba, gaya hidup, lingkungan, pergaulan, serta tuntutan pekerjaan . Sifat narkoba terbagi dalam 3 garis besar yaitu habitual, toleran serta adiktif.

Maka, Suastawa menekankan peran Dinas Perhubungan Laut dalam P4GN yaitu berkonsolidasi dan berkontribusi bersama mendukung program pemerintah dalam penanganan masalah narkoba, test urine secara berkala dan mandiri untuk menciptakan lingkungan dinas perhubungan laut bersih narkoba, menyusun regulasi yang sejalan dengan program P4GN, membentuk satgas atau relawan anti narkoba,sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan kerja serta sanksi yang tegas terhadap pegawai yang terkena narkoba.

“Kita berkolaborasi ,bersinergi dalam menjaga pelabuhan -pelabuhan kita dari masuknya narkotika, apalagi petugas sebagai garda depan di pelabuhan sekaligus pengawas harus bersih ” tutupnya. (Mkf)