Jaga Kearifan Lokal, Pemkab Badung Gelar Festival Bulan Bahasa Bali

oleh
Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Festival Bulan Bahasa Bali yang ditandai dengan ngenyit blencong di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Senin (11/2/2019). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menggelar Festival Bulan Bahasa Bali di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Senin (11/2/2019). Festival ini mengusung tema: Nangun Sat Kerthi Loka Bali Malarapan Antuk Ngrajegang Basa, Aksara Miwah Sastra Bali.

Festival yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa dengan ngenyit blencong ini bertujuan melestarikan bahasa dan satra Bali serta menyebarluaskan tradisi-tradisi unik yang ada di masyarakat.

Pembukaan kegiatan itu juga dihadiri anggota DPRD Badung Ida Bagus Made Sunartha, Kadis Kebudayaan IB Anom Bhasma, Ketua Gatriwara Badung Ayu Parwata, dan sejumlah pimpinan OPD, anggota PKK Badung, dan anggota Dharma Wanita Persatuan.

Festival Bulan Bahasa Bali akan berlangsung selama lima hari (11-15 Februari 2019). Festival ini melibatkan 672 peserta, terdiri dari nyurat nyastra 88 peserta, mesatwa 86 peserta, debat bahasa SMA 11 kelompok, baca lontar 86 peserta, lomba puisi bahasa Bali putri 65 peserta dan putra 56 peserta.

Festival Bulan Bahasa Bali digelar berdasarkan Pergub Bali No. 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Sekda Badung Adi Arnawa menilai Festival Bulan Bahasa Bali merupakan langkah yang tepat. Apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali sudah sepatutnya ditindaklanjuti di daerah. ‘Kita harus tetap menjaga dan melestarikan budaya Bali, terlebih Bali sebagai daerah tujuan wisata. Pariwisata, rohnya ada pada budaya. Oleh karena itu, kegiatan lomba sastra Bali, pidato bahasa Bali, nyastra Bali merupakan salah satu bentuk riil dalam menjaga kearifan lokal,” jelasnya.

Adi Arnawa berharap budaya Bali tidak hilang, terutama pada era milennial seperti saat ini. “Inilah yang perlu kita antisipasi. Mudah-mudahan dengan kegiatan Festival Lomba Bulan Bahasa Bali ini dapat mendorong dan mengapresiasi anak muda untuk mulai belajar bahwa kita tidak boleh keluar dari jatidiri kita, yaitu budaya Bali,“ terangnya.

Sementara Kadis Kebudayaan Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan Pemkab Badung berkomitmen melestarikan bahasa Bali sebagai bahasa ibu.

Didukung Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018, dia berharap bahasa Bali tidak hilang di masyarakat Bali. Untuk itu, dia meminta semua desa adat dan sekolah di Kabupaten Badung berperan aktif mendukung kegiatan tersebut. (*)