INW Minta Narkoba Masuk dalam Materi Debat Capres Berikutnya

oleh
Ketua Indonesia Narcotics Watch (INW) Josmar Naibaho. (Foto: Tjg)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Debat perdana pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang dihelat pada 17 Januari 2019 menuai kritik dari berbagai kalangan. Satu di antaranya dilontarkan oleh Ketua Indonesia Narcotics Watch  (INW) Josmar Naibaho.

Josmar Naibaho mengaku kecewa lantaran KPU tidak memasukkan masalah narkoba ke dalam materi debat pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Padahal, kata Naibaho, pemerintah telah menetapkan Indonesia sedang mengalami situasi darurat narkoba.

“Kami kecewa terhadap debat capres-cawapres yang tidak menyinggung sedikit pun terkait narkoba,” kata Naibaho kepada suarabali.com, Selasa (22/1/2019).

BACA JUGA: 

Dia menilai pasangan capres-cawapres tidak sensitif terhadap permasalahan narkoba. Begitu juga dengan KPU, yang tidak memandang masalah narkoba sebagai hal penting yang menjadi persoalan utama bangsa saat ini.

Semestinya, menurut dia, capres dan cawapres memiliki visi dan misi bagaimana menyelamatkan anak bangsa dari bahaya narkoba. “Perlu disadari bahwa narkoba adalah extra ordinary crime, sama seperti korupsi dan terorisme,” tegasnya.

Itu sebabnya, Naibaho berharap KPU atau panitia memasukkan persoalan narkoba ke dalam debat capres-cawapres berikutnya. Sehingga, kata dia, lewat debat berikutinya, publik dapat mengetahui visi dan misi para pasangan capres-cawapres dalam menangani persoalan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. (Tjg/Sir)