Insinyur Apple Dipecat Setelah Anaknya Buat Vlog “iPhone X” Yang Belum Dirilis Viral

oleh
banner 300250

Amerika, suarabali.com – Seorang Youtuber remaja putri mem-posting sebuah video bentuk dari iPhone X saat model itu belum resmi dirilis oleh Apple. Video itu sendiri lantas menjadi viral kian kemari sebagai bocoran tidak resmi.

Remaja tanggung itu bias memperoleh video iPhone X karena ayahnya seorang engineer di Apple, karena itu dengan mudah dia dapat membuat vlog tentang model ponsel terbaru dari Apple.

Brooke Amelia Peterson telah mengeluarkan video Youtube yang menjelaskan secara “hands-on” bagaimana bentuk smartphone yang belum pernah dirilis, akibat ulahnya ini maka ayahnya dipecat dari Apple.

Peterson mengatakan bahwa dia terbangun pada hari Selasa lalu dan menemukan video dia berisi cuplikan iPhone X menjadi viral hebat, video itu membuatnya muncul di halaman trending Youtube.

Pada bulan September, Peterson menemani ayahnya dalam kunjungan ke Kampus Apple di Cupertino, California. Dia mengatakan bahwa di sinilah dia membuat video YouTube smartphone, yang diluncurkan untuk merayakan ulang tahun ke-10 iPhone.

“Ayah saya adalah seorang insinyur istimewa yang bekerja pada iPhone X dan dia memiliki handsetnya – setelah Apple [mengeluarkan] keynote mereka, banyak Youtubers memposting video X-video hands-on,” katanya. “Ayah saya menunjukkan teleponnya dan saya sedang syuting di kafetaria Apple.”

Insinyur yang terlibat dalam proyek tersebut dipekerjakan di Apple dari bulan Agustus 2013. Peterson’s vlog menunjukan sekilas bentuk iPhone X.

“Video ini tiba-tiba menjadi viral dan saya tidak tahu bagaimana video saya mendapat banyak perhatian mengingat banyaknya video iPhone X lainnya yang ada di sana,” katanya. Peterson menambahkan bahwa meski membuang klip tersebut, seperti yang diminta oleh Apple, perusahaan teknologi tersebut tetap memecat ayahnya.

“Dia bertanggung jawab penuh untuk membiarkan saya memfilmkan iPhone X, tidak masalah seberapa baik Anda, jika Anda melanggar peraturan, mereka tidak memiliki toleransi. Aturannya ada untuk keamanan pekerja,” kata Peterson. (Hsg)