Inovasi Teknologi Ini dapat Melindungi Data dari Serangan Siber

oleh
President Director PT Sydeco Patrick Houyoux membeberkan keunggulan teknologi Archangel dan SST saat peluncurannya di Jakarta, belum lama ini. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Bagi perusahaan, pemerintah, bahkan individu sekalipun, keamanan data merupakan salah satu elemen penting yang harus diperhatikan agar terjaga kerahasiaannya. Namun, serangan para peretas (hackers) yang selalu bisa menembus pertahanan keamanan data sering membuat perusahaan mengalami kerugian miliaran rupiah.

Di level negara, serangan peretas bisa membuat rahasia negara bocor yang menimbulkan polemik politik dan hubungan antarnegara. Untuk itu, sangat diperlukan inovasi teknnologi untuk menghadapi serangan para peretas ini.

Menyadari pentingnya keamanan data internet, PT Sydeco, perusahaan yang fokus pada keamanan data dari Yogyakarta, meluncurkan dua teknologi terbaru untuk melindungi data internet, yakni Archangel dan Secure System of Transmission (SST) yang bekerja secara bersamaan.

Keunggulan kombinasi Archangel dan SST adalah kemampuannya dalam menggunakan machine learning untuk menganalisa berbagai tipe serangan yang terjadi dan menyiapkan pertahanan untuk serangan di saat ini dan masa depan. Dua teknologi ini diciptakan oleh para praktisi IT muda asal Yogyakarta yang memiliki keahlian tinggi di bidang teknologi.

Archangel merupakan smart box yang berfungsi untuk menyaring seluruh lalu lintas data yang akan masuk ke jaringan, baik melalui kabel atau nirkabel. Setiap data yang diperkirakan jahat akan dicegah untuk masuk. Archangel memiliki fleksibilitas untuk ditempatkan di sisi klien (on-site) atau di penyedia jasa (hosted).

Fungsi machine learning yang ada di dalam Archangel memiliki kemampuan untuk menganalisa pola serangan yang belum pernah ada sebelumnya dan mencegah serangan tersebut sebelum masuk ke jaringan.

Sementara SST (Secure System Transmission) adalah sistem keamanan data yang memiliki dua “agen cerdas” di titik pengirim dan penerima, berfungsi untuk melindungi data, baik secara otomatis maupun on-demand. Agen pengirim akan mengubah data ke dalam gelombang dan warna berbeda-beda bergantung pada isi data tersebut. Sementara agen penerima akan mengubah kembali data ke bentuk awal.

Ketika terjadi pencegatan data atau pengiriman data ke tujuan yang salah, data secara otomatis akan hilang. SST bisa melindungi berbagai bentuk data, termasuk percakapan telepon. Patrick Houyoux, President Director PT Sydeco, mengatakan dua teknologi mutakhir ini diciptakan melalui serangkaian riset mendalam dengan meneliti berbagai kasus pencurian dan pembobolan data yang pernah terjadi.

Beberapa kasus tersebut, misalnya, peretasan terhadap Twitter, Facebook, WhatsApp, Aplle, hingga media internasional seperti The Wall Street Journal dan The Washington Post. Bahkan, para peretas berhasil membobol 4,93 juta akun Gmail, 500 juta akun Yahoo, dan 68 juta akun Dropbox.

“Kami saat itu dengan cepat menyadari bahwa dengan semakin tumbuhnya penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari, dan juga di dunia bisnis, serta kemampuan tanpa batas orang-orang jahat untuk menemukan hal-hal baru, keamanan di internet akan menjadi masalah yang sangat penting bagi keamanan transaksi keuangan dan perlindungan data secara umum,” kata Patrick Patrick saat acara peluncuran Archangel dan SST di Jakarta, belum lama ini.

Karena itulah, Patrick menjelaskan, pihaknya menciptakan SSP (Secure System of Payment), sebuah inovasi dalam infrastruktur back-end pembayaran mobile untuk melindungi transaksi-transaksi keuangan. Kemudian, pihaknya juga fokus pada kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk membuat sistem yang melindungi data dan pengirimannya tanpa menggunakan kunci, yang merupakan titik terlemah dari enkripsi tradisional. Hasilnya adalah SST (Secure System of Transmission).

“Kami kemudian menciptakan Archangel, juga menggunakan kecerdasan buatan untuk melindungi perangkat-perangkat dari berbagai serangan, baik yang sudah diketahui, maupun yang baru. Bersama-sama dengan SSP dan SST, Archangel menjadi perlengkapan perlindungan terbaik bagi para pengguna internet dan pertahanan terbaik melawan seluruh serangan siber,” ungkapnya.

Di saat yang sama, Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu menjelaskan, pihak kepolisian saat ini telah banyak menerima pengaduan atas kejahatan siber yang dilakukan oleh para peretas. Polda Metro Jaya mencatat ratusan laporan yang berkaitan dengan kejahatan siber sepanjang tahun 2017. “Perkembangan kejahatan siber selalu seiring dengan perkembangan teknologi,” ujarnya. (*/Sir)