Ini Ruas Jalan yang Diberlakukan Sistem Ganjil-Genap di Bali

oleh
Susasana lalu lintas di Denpasar, Bali. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Untuk memperlancar arus lalu lintas selama pelaksanaan IMF-World Bank Annual Meeting pada 8-16 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali, kepolisian memberlakukan sistem ganjil-genap kendaraan.

Sistem ganjil-genap ini diberlakukan di Jalan By pass Ngurah Rai (Simpang Pesanggrahan-Nusa Dua), Jalan Raya Uluwatu (Simpang Kali-Uluwatu), Jalan Kampus UNUD (Simpang Kampus-Politeknik), Jalan Uluwatu II (Simpang Bali-Simpang Kampus UNUD Ngurah Rai), dan Jalan Siligita (Simpang PDAM-Simpang By pass Ngurah Rai).

Berdasarkan pemantauan, hari pertama pemberlakuan sistem ganjil-genap ini lalu lintas terlihat lancar dan tak ada pelanggar.

“Nggak macet, malah nggak ngefek, begitu-begitu aja. Kalau kita sih kecuali mentok sekali baru mainkan daripada dibolak-balikkan bikin macet. Anggota tetep mantau bareng Dishub,” kata Kabag Ops Ditlantas Polda Bali AKBP I Made Rustawan, Senin (8/10/2018).

Rustawan menambahkan penerapan sistem ganjil-genap tetap diberlakukan sesuai jadwal, yakni pukul 06.00-09.00 WITA dan 15.00-19.00 WITA. Dia menambahkan lalu lintas di pelaksanaan hari pertama ganjil-genap ini lancar.

“Penerapannya melihat sikon. Pagi 3 jam, sore 4 jam, di luar itu normal. Kebetulan juga sekolah diliburkan,” terangnya.

Meski begitu, Rustawan menyebut pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi macet. Salah satunya soal pengaturan lampu rambu lalu lintas.

“Rekayasa sampai mengubah tidak ada, paling kita penipisan ada yang dialihkan atau dipercepat, misal lampu satu kali merah dua kali hijau. Rutin, itu kita lakukan saja,” terangnya.

Hingga saat ini belum ada pengguna jalan yang ditilang akibat pemberlakuan sistem ganjil-genap ini. Sebab, pemberlakuan sistem ini masih berupa edukasi jika kedepan lalu lintas di Bali semakin padat

“(Tilang) Itu yang kalau kasat mata dan membahayakan, tapi kita mengutamakan kelancaran. Pelat ganjil-genap belum ada (tilang). Ini sifatnya edukasi pengenalan bahwa suatu saat nanti lalin terlalu padat tidak memandang event lokasi mana yang dirasa perlu untuk pembatasan kendaraan,” jelasnya. (*)