Ini Program Sampoerna untuk Maksimalkan Potensi UKM di Bali

oleh
I Wayan Rubadiana, pelaku UKM binaan PT HM Sampoerna Tbk bekerja sama dengan Yayasan Bedo melalui program Trend menunjukkan hasil produksinya berupa Kerupuk Ikan Patin Dua Rasa. FOTO: JPNN.COM
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – PT HM Sampoerna Tbk menggelar program Tourism Based Retail Entrepreneur Develoment (Trend) untuk memaksimalkan potensi sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di daerah-daerah pariwisata di Bali.

Dikutip dari laman jpnn.com, perusahaan kelas kakap di Indonesia itu bekerja sama dengan Yayasan Business and Export Develoment Organization (Bedo) untuk melakukan program Trend. Mereka membidik para pelaku UKM di tiga kabupaten: Karangasem, Tabanan, dan Bangli.

Sebanyak 20 UKM dan sepuluh mitra ritel dibina untuk memperkuat produk pariwisata yang ada di masing-masing daerah.

Manajer Hubungan Pemangku Kepentingan dan Fasilitas CSR Sampoerna Indra Refipal mengatakan, Trend di Tabanan diimplementasikan dengan mengintegrasikan 30 pelaku UKM anggota Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan 30 mitra peritel tradisional Sampoerna Retail Community (SRC).

“Tujuannya agar seluruh pihak secara bersama-sama mendapatkan dampak yang positif, seperti peningkatan taraf perekonomian, peningkatan kualitas produk atau jasa, dan memperkuat jejaring pasar,” ujar Indra, Kamis (29/11).

Dalam pelatihan itu Sampoerna tidak memberikan bantuan modal, tetapi melatih para peserta tentang cara meningkatkan kualitas produk, proses packing, dan membuka jaringan pasar.

Indra menambahkan, salah satu cara mewujudkan komitmen pemberdayaan UKM adalah dengan melibatkan pelaku UKM binaan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pameran.

Misalnya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam rangka hari ulang tahun ke-525.

“Di sini, para binaan memperkenalkan produk-produk andalannya sekaligus memahami kebutuhan pasar,” imbuh Indra.

Menurut Indra, kegiatan itu merupakan rangkaian acara menuju SETC Expo.

Itu adalah acara tahunan bagi pelaku UKM binaan SETC yang akan diselenggarakan di Denpasar pada 15-16 Desember 2018.

Wakil Bupati Tabanan Komang Sanjaya mengatakan, pihaknya memiliki komitmen penuh untuk mendorong sektor UKM agar lebih unggul dan mampu berdaya di tengah persaingan modern.

Menurut Sanjaya, jika UKM berkembang, perekonomian daerah akan mengalami kemajuan, pajak daerah mengalami peningkatan, dan angka pengangguran akan berkurang.

Saat ini di Tabanan terdapat kurang lebih 39 ribu UKM yang bergerak di bidang usaha seperti jasa, produk makanan dan minuman, sandang, dan kerajinan.

Sektor UKM menyumbang laju pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) yang mencapai 5,38 persen pada 2017.

Selain itu, Tabanan juga memiliki 1.500 peritel tradisional berbentuk warung dan toko yang juga turut memegang peran ekonomi.

“Kesuksesan pembangunan di Kabupaten Tabanan tidak hanya bergantung pada hasil kerja keras pemerintah saja, tetapi tentunya dengan sinergi bersama berbagai pihak. Termasuk pelaku usaha seperti Sampoerna yang memiliki program pendampingan dan pelatihan berkelanjutan,” ujar Sanjaya.

Dia menambahkan, pihaknya sangat menghargai upaya Sampoerna dalam merangkul pelaku UKM di Kabupaten Tabanan melalui program Trend.

“Program ini berhasil memadukan dua sektor yang memiliki peran penting dalam membangun kabupaten ini, yaitu sektor UKM dan pariwisata,” ujar Sanjaya.

Manajer Program Bedo Jeff Kristianto Iskandarsjah mengatakan, pembinaan program Trend yang dilakukan antara lain pelatihan pengelolaan toko ritel, trainer of trainers, pelatihan pemasaran digital, pendampingan pengembangan produk lokal, hingga dukungan pengembangan teknologi.

”Usai pembinaan, kelak poduk khas dari anggota SETC Sampoerna ini dipasarkan di area Teras Oleh-Oleh pada toko-toko ritel tradisional anggota SRC yang sudah dibenahi. Kami ingin kolaborasi antarpelaku UKM ini semakin mendorong semangat kewirausahaan dan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki,” kata Jeff. (*)