Ini Nasehat Gubernur Bali Menjelang Pilkada Serentak 2018

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri acara deklarasi Pilkada Damai di Monumen Perjuangan Bajrasandi, Renon, Denpasar, Selasa (13/2/2018). (Foto: Ade)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta kepada seluruh kandidat, tim sukses, partai politik, dan para simpatisan untuk mengindari tiga hal penting dalam Pilkada Bali yang dilaksanakan secara serentak pada 27 Juni 2018.

Pastika menyampaikan hal itu saat mengikuti deklarasi Pilkada Damai yang digelar Polda Bali di Monumen Perjuangan Bajrasandi, Renon, Denpasar, Selasa (13/2/2018).

Menurut Pastika, tiga hal yang harus dihindari tersebut adalah politik uang (money politic), kampanye hitam (black campaign), dan kekerasan dan intimidasi kepada pemilih. Ketiga hal ini akan berdampak negatif bagi pendidikan politik dan demokrasi di Bali.

“Kalau mengandalkan uang, kampanye hitam, kekerasan dan intimidasi, maka demokrasi dan pemimpin yang dilahirkan menjadi tidak berkualitas,” ujarnya.

Untuk situasi di Bali, menurut dia, ketiga hal tersebut akan berpengaruh buruk bagi kehidupan sosial politik, baik di tingkat nasional maupun dunia. Politik uang biasanya diakhiri dengan kekerasan dan intimidasi, sehingga bisa memicu konflik horisontal di antara masyarakat.

“Mari kita jaga agar jangan sampai hal ini terjadi. Kalau hal ini terjadi, maka dampaknya sangat besar bagi Bali. Ingat, kita akan menggelar pertemuan besar di Bali. Jangan sampai di Pilgub Bali terjadi kerusuhan dan konflik horisontal, sehingga orang takut ke Bali,” ujarnya.

Pastika mengatakan waktu Gunung Agung meletus beberapa waktu lalu, peristiwa ini sampai dibahas di Washington, apakah pertemuan IMF dan Bank Dunia tetap digelar di Bali atau tidak. Pemerintah tetap meyakinkan bahwa Bali tetap aman, karena Gunung Agung jauh dari lokasi tempat pertemuan IMF dan Bank Dunia di Nusa Dua Bali.

“Jangan sampai dalam Pilgub Bali kali ini bikin rusuh, konflik. Kalau ini terjadi, maka habislah kita,” ujarnya.

Pilgub Bali 2018 diikuti dua pasangan calon, yakni I Wayan Koster-Tjokorde Oka Arta Ardana Sukawati dari PDIP dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB). Selain Pilgub Bali, ada dua kabupaten di Bali yang menggelar Pilkada serentak, yakni Kabupaten Klungkung dan Gianyar. Diharapkan, dalam Pilkada serentak ini kondusivitas keamanan dan kenyamanan Bali tetap terjaga dengan baik. (Ade/Sir)