Ini Loh Sosok Polisi yang Viral Lewat Surat Cinta Pemohon SIM

oleh
Aiptu Jailani. (Ist)
banner 300250

Gresik, suarabali.com – Wisely Michello Putra Sut (18), warga Jalan Balikpapan I No.51 GKB ( Gresik Kota Baru), Gresik, secara spontan membuat surat ucapan kepada jajaran kepolisian, khususnya Aiptu Jailani. Surat tersebut Wisely tulis usai dia dinyatakan lulus tes dan berhak mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) C pada Sabtu (10/11/2018).

Baur SIM Saltlantas Polres Gresik Aiptu Jailani merupakan sosok yang sehari-harinya mengajari Wisely dalam berlatih melaju mulus di lintasan tes praktik SIM C.

“Jadi, begitu dinyatakan lulus dan layak mendapatkan SIM, dia (Wisely) kemudian pulang dan balik lagi ke sini (kantor Satlantas) untuk memberikan surat sama kue black forest. Saya sempat bilang, ngapain pakai bawa roti segala, dia bilang nggak apa-apa Pak, saya ikhlas kok sebagai ucapan terima kasih,” ungkapnya seperti dilansir dari tribratanews.polri.go.id.

Bagi Aiptu Jailani, sebagai Baur SIM merupakan amanah yang harus dijaga sebaik-baiknya, agar bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk masyarakat.

Pria kelahiran 10 Agustus 1969 ini dikenal warga Gresik lantaran ketegasannya, karena tak pandang bulu dalam menilang pelanggar di jalan raya.

Dia pun sempat menilang istrinya sendiri lantaran melanggar aturan lalu lintas. Kejadian sekitar tahun 2012 saat Aiptu Jailani bertugas mengamankan Car Free Day (CFD). Beruntung hanya teguran tilang simpatik, sehingga pelanggar tidak sampai disidang.

Selain itu, Aiptu Jailani juga sempat menilang kendaraan yang ditumpangi anggota KPK, TNI, hingga kendaraan milik seorang perwira di Polda Jawa Timur.

“Asalkan melanggar dan tidak sesuai hukum, pasti saya tegur dan kalau perlu ditilang sesuai aturan hukum yang berlaku. Sebab, ini bukan karena saya buat sendiri, melainkan aturan yang berlaku dan demi keselamatan pengendara sendiri,” ujarnya.

Ayah dari dua anak ini tak menampik jika ia menemui banyak godaan serta iming-iming materi yang hendak diberikan oleh para pelanggar ataupun pemohon SIM.

“Pernah ada. Waktu itu, ada pemohon yang ingin diluluskan dalam ujian. Ia kemudian menyelipkan sejumlah uang dalam formulir. Tapi tidak saya terima, bahkan saya kemudian laporkan kepada Propam yang saat itu bertugas, kemudian pemohon itu diberi pengarahan oleh Propam,” kenangnya.

Aiptu Jailani berharap kepada pemohon SIM maupun pelanggar aturan lalu lintas sadar, jika pihak kepolisian menegakkan aturan yang telah ditentukan, semata-mata untuk menjaga pengendara terlindungi dari kejadian yang tidak diinginkan ketika berada di jalan raya. (*)