Ini Kisah Legenda Pura Bukit Sari, Sangeh

oleh
Pura Bukit Sari. (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Menurut kisah, Pura Bukit Sari dibangun oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti, anak angkat dari Raja Mengwi saat itu, Cokorda Sakti Blambangan. Sejak belia Anak Agung Anglurah Made Karang Asem gemar menjalani laku spiritual. Pada suatu malam, saat menjalani pertapaan, ia memperoleh pawisik (ilham) agar mendirikan pura di tengah kawasan hutan pala Sangeh.

Menurut legenda, adanya Pura Bukit Sari di hutan ini diceritakan secara mitologis dalam Lontar Babad Mengwi. Diceritakan, Putri Ida Batara di Gunung Agung berkeinginan untuk disungsung di Kerajaan Mengwi. Atas kehendak beliau, maka hutan pala yang ada di Gunung Agung tempat Putri Ida Batara Gunung Agung bermukim pindah secara misterius pada waktu malam.

Ketika perjalanan baru sampai di Sangeh, telanjur ada penduduk yang melihat perjalanan tersebut. Hal ini konon yang menyebabkan hutan pala tersebut tidak bisa berjalan lagi menuju Mengwi dan berhenti di Desa Sangeh sekarang. Karena kejadian tersebut, Putri Ida Betara Gunung Agung merasa kecewa dan para penduduk yang menyaksikan kejadian tersebut dikutuk menjadi monyet dan diperintahkan menjaga hutan tersebut.

Konon putra angkat Raja Mengwi yang pertama I Gusti Agung Putu yang bernama Anak Agung Ketut Karangasem dan bergelar Cokorda Sakti Blambangan menemukan hutan tersebut dan di dalamnya juga ditemukan ada bekas pelinggih, maka beliau memerintahkan untuk membangun kembali pura tersebut dan diberi nama Pura Bukit Sari. Yang dipuja di pura tersebut adalah Ida Batara Gunung Agung dan Batara Melanting. Pura Besakih di lereng Gunung Agung itu tergolong Pura Purusa atau sebagai jiwa dari Pulau Bali. (baliprov.go.id)