Ini Imbauan Gubernur Bali Pasca Gempa Lombok

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau masyarakat agar tetap tenang pasca gempa 7 SR yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (6/8/2018) malam. Gubernur Pastika juga meminta masyarakat mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Seperti diberitakan, gempa berkekuatan 7 SR serta beberapa kali gempa susulan di wilayah Lombok pada Minggu (6/8/2018) malam, mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan pada bangunan-bangunan.

Dengan kekuatan gempa tersebut, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini terjadinya tsunami hingga akhirnya dicabut setelah dirasa aman. Gempa yang berpusat di Lombok Utara tersebut juga dirasakan cukup keras oleh masyarakat Bali.

Warga yang berada di dalam pusat perbelanjaan dan rumah sakit berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Banyak bangunan yang rusak akibat gempa tersebut. Bahkan, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa tembok yang roboh.

Pasca terjadinya gempa, banyak warga yang masih trauma dan waswas terjadi gempa susulan, sehingga enggan masuk ke rumah.

“Yang pertama kita lakukan adalah memfasilitasi korban yang luka. Terutama, yang ada di rumah sakit, kita harus fasilitasi sedemikian rupa. Kalau di rumah sakit yang dibawa keluar ini kan oksigennya terbatas. Tidak bisa lama-lama. Karena oksigen portabel itu jumlahnya tidak seberapa dan bisa satu jam sudah habis oksigennya,” ujar Pastika kepada awak media usai menghadiri Rapat Paripurna ke-18 di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (6/8/2018).

Untuk itu, Pastika mengimbau warga untuk tenang dan tidak panik dengan situasi ini. Warga juga diminta untuk tetap waspada dan dapat memilih informasi yang benar agar tidak termakan hoax.

“Kami mengimbau warga tidak panik, tetap tenang. Kalau terjadi lagi (gempa), terutama yang di dekat pantai perlu melihat apakah ada potensi tsunami atau tidak. Karena kita ini kan pulau yang dikelilingi lautan,” kata Pastika.

Pastika menambahkan, sejauh ini aktivitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai berjalan normal meski pada saat terjadinya gempa, para penumpang sempat panik. Pastika menjelaskan, yang paling besar terkena dampak gempa tersebut adalah wilayah Kabupaten Karangasem, karena wilayahnya dekat dengan Lombok.

“Ada beberapa pelinggih atau pura yang roboh dan juga rusak. Kalau wilayah yang lain, kebanyakan hanya plafon-plafon saja,” ujarnya seperti dikutip dari laman birohumas.baliprov.go.id.

Terkait dampak gempa Lombok di Bali, Pastika mengatakan hal tersebut masih diinvetarisasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali.

“Untuk saat ini sedang diinvetarisir dimana yang perlu dilakukan tindakan segera.Terutama, yang betul-betul rusak dan butuh pertolongan segera,” pungkasnya. (*)