Ini 9 Poin Commander Wish Kapolda Bali di Tahun 2019

oleh
Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat memaparkan commander wish tahun 2019 di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) Polda Bali, Jumat (4/1/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Capaian kinerja jajaran Polda Bali pada tahun 2017 – 2018 mendapat apresiasi positif dari kalangan masyarakat. Sejak Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose memegang tongkat komando Kapolda Bali, sejumlah kasus besar, termasuk transnational and organized crime, berhasil diungkap. Keberanian dan sikap tegas Kapolda terhadap para preman membuat masyarakat Bali merasa aman dan nyaman beraktivitas.


Mengawali tahun 2019 yang merupakan tahun politik, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose menyampaikan commander wish kepada 748 personel perwakilan dari masing-masing satker dan Polres jajaran, yang terdiri dari Pamen, Pama, Bintara dan PNS.

Acara yang juga dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunarta dan seluruh Pejabat Utama Polda Bali serta Kapolres/Ta se-Bali itu digelar di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) Polda Bali, Jumat (4/1/2019).

Ada sembilan poin yang menjadi Commander Wish Kapolda Tahun 2019. Pertama, menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan masyarakat Bali dalam bingkai NKRI. Kedua, menjaga, mengamankan, dan menyukseskan pesta demokrasi tahun 2019 yang aman, damai, dan sejuk. Ketiga, menekan peredaran narkoba yang datang dari dalam maupun luar negeri.

Keempat, tetap konsisten untuk tidak memberi ruang bagi organized crime (premanisme) dalam bentuk apapun. Kelima, menekan bibit radikalisme dan melaksanakan pre-emtive strike terhadap ancaman terorisme.

Keenam, pemberantasan korupsi, pungutan liar, dan kasus tanah secara tegas serta berkelanjutan. Ketujuh, mencari bibit-bibit putra-putri terbaik sebagai kader penerus dan pemimpin Polri. Kedelapan, meningkatkan fasilitas kesehatan bagi personel Polda Bali serta pelayanan kepada penyandang disabilitas. Dan terakhir, menjadikan Bali sebagai model tertib berlalu lintas.

Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose

Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan, saat ini Polri sedang berada di era perubahan. Seluruh personel diminta untuk meninggalkan budaya lama dan meningkatkan disiplin serta berbakti kepada bangsa dan negara.

“Kalau kita tidak mau berubah, maka kita akan tergilas oleh jaman itu sendiri,” ucapnya.

Terkait pesta demokrasi tahun 2019, Kapolda menegaskan bahwa Pemilu di Bali harus aman, damai, dan sejuk. Polri bersama unsur TNI dan stakeholder lainnya saling bahu-membahu untuk mengamankan seluruh tahapan Pemilu.

Pengamanan akan dilakukan secara all out dengan mengerahkan seluruh kekuatan. Selain itu, para Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak untuk menyampaikan pesan Pemilu damai kepada masyarakat.

“Saya tegaskan kembali kepada seluruh personel agar mengamankan Pemilu tahun 2019 dengan maksimal agar seluruh tahapan dapat berjalan aman, damai, dan sejuk di Pulau Dewata. Bali adalah barometer keamanan Indonesia dan dunia. Sekecil apapun yang terjadi di Bali, maka dunia akan mengetahui,” kata jenderal bintang dua di pundak ini.

Sedangkan untuk organized crime (premanisme) dan menekan peredaran narkoba di Pulau Bali, Kapolda dengan tegas perintahkan Direktur Narkoba Polda Bali agar pelaku kejahatan narkotika diperlakukan sama dengan pelaku organized crime.

“Rantai tangannya, rantai kakinya, buat mereka jera. Ini semua untuk kebaikan generasi putra-putri penerus di Pulau Bali,” tegas Kapolda Bali. (*)