Ingat, Makanan Terlalu Manis dan Asin Bikin Nafsu Makan Anak Turun

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Anjuran pemerintah agar kental manis tidak dikonsumsi oleh balita didasari atas tingginya kadar gula yang terkandung dalam produk tersebut. Selain dampak jangka panjang, konsumsinya dapat mendekatkan anak pada risiko obesitas, diabetes, dan penyakit tidak menular lain. Dampak jangka pendeknya sebenarnya sering dirasakan, tetapi belum banyak disadari oleh para orangtua, yakni nafsu makan anak yang menurun.

“Kita harus menjaga anak-anak ini dari makan-makanan yang terlalu manis, terlalu gurih dan asin, karena memengaruhi pola maka. Mereka jadi susah (nafsu) makan,” kata Direktur Gizi Masyarakat Doddy Izwardy kepada wartawan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, orangtua sering beranggapan bahwa balita tidak mau makan bukan menjadi masalah selama mau minum susu. “Kita juga menemukan orangtua yang selalu memberikan makanan yang diinginkan atau diminta balitanya, dengan alasan agar mau makan,” katanya.

Banyak pula di antara orangtua yang mengeluhkan balitanya sulit makan, apalagi bila diminta mengonsumsi buah dan sayur. Hal ini tidak mengherankan, karena anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman yang rasanya sangat kuat (terlalu manis, gurih atau asin). Hal ini menyebabkan anak menjadi cenderung kurang menyukai rasa dan aroma alami makanan, terutama sayur dan buah.

“Kita kesulitan mengajarkan anak-anak kita makan buah dan sayur. Jadi, itu yang sebenarnya alamiah seharusnya masuk ke dalam tubuh kita. Sehingga, saat kita berikan yang rasanya tidak kuat (buah dan sayur) anak akan menolak,” ungkap Doddy.

Kementerian Kesehatan saat ini memiliki regulasi Permenkes No. 30 Tahun 2013 yang selanjutnya diamandemen dengan Permenkes No. 63 Tahun 2015 yang menetapkan batasan konsumsi gula, garam, dan lemak untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular (PTM).

Adapun batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan, per orang per hari yaitu 50 gram (4 sendok makan) gula; 2000 miligram natrium/sodium; atau 5 gram garam (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gram (5 sendok makan minyak). Untuk memudahkan mengingatnya ingat rumusan G4 G1 L5. (*)