Ikuti Bisnis Gathering, Peserta Famtrip Asal Filipina Diminta Promosikan Bali

oleh
Peserta Familiarization Trip (Famtrip) asal Filipina saat mengikuti bisnis gathering yang difasilitasi Pemkab Karangasem. (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Hari ketiga di Bali, Minggu (24/2/2019), peserta Familiarization Trip (Famtrip) asal Filipina mengikuti bisnis gathering yang difasilitasi Pemkab Karangasem. Selain Sekretaris Kabupaten I Gede Adnya Muliadi dan Kepala Dinas Pariwisata I Wayan Astika, acara ini juga dihadiri Kepala Bidang Pemasaran Area III Kemenpar (Sulawesi, Filipina) Ni Putu G. Gayatri, Kepala PHRI Karangasem I Wayan Karyasa, dan sejumlah pelaku bisnis pariwisata.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kabupaten Karangasem I Gede Adnya Muliadi mengatakan, ada 59 potensi pariwisata di daerahnya yang sudah dikelola dengan serius, sehingga layak dipromosian dan dijual pada para wisatawan. Potensi pariwisata tersebut antara lain Desa Tenganan, Candi Dasa, Taman Soekasada Ujung, Tirta Gangga, dan lain-lain.

“Sejauh ini, kami sudah berusaha mempromosikan potensi wisata yang ada di Karangasem, antara lain melalui website dan media sosial yang saat ini sedang trend di masyarakat, khususnya generasi millenial,” ujarnya.

Ia pun menyambut baik kedatangan peserta Famtrip asal Filipina, dengan harapan mereka dapat membantu mengenalkan potensi-potensi wisata Karangasem dan mengajak masyarakat di sana untuk berkunjung. Ia juga berterimakasih atas peran serta PHRI selama ini, karena sektor pariwisata tidak mungkin bisa berkembang cepat jika hanya dilakukan oleh pemerintah.

Kepala Bidang Pemasaran Area III Kemenpar (Sulawesi, Filipina) Ni Putu G. Gayatri menambahkan, semua pihak yang terkait bisnis pariwisata harus bergerak beriringan bersama pemerintah. Mulai dari pengelola tempat wisata, pemilik bisnis hotel dan restoran dalam hal ini diwakili PHRI, dan bahkan bisnis-bisnis lain seperti jasa spa hingga masyarakat.

“Apa yang bisa kita support, lakukan dengan sepenuh hati. Pariwisata adalah bisnis berantai yang saling terkait dan bisa mendatangkan keuntungan bagi siapa saja. Bahkan masyarakat umum yang memiliki skil bahasa asing, bisa menjadi guide secara mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta Famtrip asal Filipina.. mengaku takjub dengan pariwisata di Bali. Banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Wisata alam dan budayanya amat menonjol, sehingga menjadi kekuatan tersendiri untuk menghipnotis wisatawan.

“Bali sudah sangat terkenal oleh masyarakat dunia. Kami juga sudah mendengar keberadaan pulau cantik ini bahkan jauh sebelum kedatangan kami saat ini. Di sini semua menarik. Banyak pula souvenir menarik dan kreatif yang diproduksi masyarakat,” ungkapnya.

Sebelum mengikuti bisnis gathering, seluruh peserta Famtrip asal Filipina memang diajak berkeliling mengunjungi tempat-tempat wisata yang recommended. Salah satunya ke Tenganan, sebuah desa tradisional di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Di sini, banyak penduduknya yang berprofesi sebagai perajin souvenir. Mulai dari tenun kain, tas rotan, hingga lukisan unik pada media daun lontar.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, pasar wisatawan negara-negara ASEAN seperti Filipina sangat potensial untuk ditingkatkan. Performa wisman Filipina terbilang bagus. Tahun lalu, target kunjungan sebanyak 180.000 orang dapat terlampaui. Tingginya animo wisatawan Filipina untuk berkunjung ke Indonesia menjadi kabar yang menggembirakan dan akan terus ditingkatkan.

“Tahun 2019, Filipina diharapkan dapat menyumbang sekitar 260 ribu orang. Target itu sendiri sebenarnya semakin mudah dicapai mengingat saat ini sudah ada tiga maskapai yang terbang dari Manila ke Jakarta dan Manila ke Denpasar. Yaitu maskapai Cebu Pacific, Air Asia, dan Philippines Airlines,” ungkapnya. (*)