Hingga Kini Belum Ditemukan Kasus Terkonfirmasi nCoV di Indonesia

oleh
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyatakan hingga kini belum ditemukan kasus terkonfirmasi positif virus novel corona (nCoV) di Indonesia. Seluruh spesimen yang telah diuji di Laboratoriun Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan semuanya negatif.

“Hasil laboratorium sampai dengan pagi ini yang sudah terkonfirmsi adalah 34 spesimen yang dikirimkan dari 22 rumah sakit, terdiri dari 7 WNA dan 27 WNI, semua hasilnya negatif. Sudah dilakukan cek dan ricek berkaitan pemeriksaan laboratorium,” kata Anung.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk menangani kasus nCoV, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan 100 RS yang sebelumnya menangani flu burung dan kasus infeksi emerging lainnya.

Dari 100 rumah sakit, 93 rumah sakit telah menyerahkan self asessment dalam bentuk sarana prasarana, SOP, dan tenaga kesehatan. Asessment tersebut untuk mengetahui kelengkapan fasilitas yang dimiliki oleh rumah sakit.

“26 rumah sakit memiliki SDM lengkap dan sudah melakukan simulasi tentang penanganan flu burung, memiliki 52 ruang isolasi dengan 113 tempat tidur yang dikhususkan untuk melayani penyakit emerging,” jelasnya.

Dengan semakin meluasnya penyebaran nCoV, pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mencegah masuknya virus tersebut ke Indonesia. Salah satunya dengan penghentian rute penerbangan dari mainland Tiongkok ke Indonesia terhitung 5 Februari 2020 besok.

Per tanggal 3 Februari 2020 dilaporkan bahwa novel coronavirus (2019-nCoV) telah menyebar di 23 negara dengan kasus dan kematian terbanyak di Tiongkok. Regional WHO melaporkan bahwa hampir seluruh region sudah ditemukan kasus terkonfirmasi positif nCoV kecuali regional Afrika. Dengan kasus terbaru di Eastern Mediterania, UEA. (*)