Hina Presiden Jokowi, Mantan Kameramen TV Nasional Ini Diciduk Polisi

oleh
Jerry D. Gray (kaos merah) ditangkap karena diduga menyebarkan berita hoaks dan provokasi melalui media sosial. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Polisi siber Polres Metro Jakarta Barat menangkap Jerry D. Gray (59) karena diduga menyebarkan berita hoaks dan provokasi melalui media sosial. Mantan kameramen di salah satu media nasional ini diciduk polisi di rumahnya, di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (28/5/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan, penangkapan dilakukan karena tersangka telah melakukan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat berdasarkan SARA, berita hoaks atau penghinaan terhadap penguasa atau badan umum.

“Pelaku membuat postingan video dan kata-kata ujaran kebencian terhadap kepala negara serta unsur SARA, “ kata Kombes Pol. Argo di Mapolres Jakarta Barat, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id, Selasa (28/5/2019).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Hengki Haryadi juga menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terduga mengakui telah menyebarkan unggahan video dan kata-kata ujaran kebencian terhadap kepala negara.

“Dalam postingannya, tersangka mengungkapkan pendapatnya bahwa pemerintah saat ini tidak jujur dan perlu diganti dengan Prabowo,” terang Kapolres.

Hengki juga menyebutkan, tersangka diketahui merupakan warga negara asing asal Jerman yang sudah menjadi warga negara Indonesia dan terakhir menjadi kameramen wartawan Metro TV. Dia sempat bekerja di Arab Saudi, kemudian masuk ke Indonesia tahun 1985, dan tahun 2010 dia menjadi warga negara Indonesia.

Tersangka memposting video pada 22 Mei lalu, yang mana saat itu sedang ada aksi massa. Pada saat kejadian, tersangka berada di sebuah hotel bertemu dengan temannya, lalu dia menyampaikan postingan yang diduga merupakan ujaran kebencian melalui video yang direkam oleh temannya yang masih dicari polisi keberadaannya.

“Pelaku merekam membuat video kemudian menyiarkan berita bohong yang tidak pasti, berlebihan atau pemberitahuan yang mendapatkan keonaran di kalangan masyarakat terkait situasi Negara Republik Indonesia saat ini,” jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 14 ayat (2) dan atau Pasal 15 UU RI No 1 tahun 1946 dan atau Pasal 207 KUHP, dan pelaku mendekam di Mapolres Metro Jakarta Barat untuk diperiksa serta mengungkap motifnya melakukan tindakan tersebut. (*)