Hendardi: IndoLeaks Bukan Produk Jurnalistik yang Layak Dipercaya

oleh
Ketua SETARA Institute, Hendardi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Informasi sepihak yang disebarkan IndonesiaLeaks tentang dugaan keterlibatan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam perkara suap Basuki Hariman yang ditangani KPK mengundang Ketua Setara Institute Hendari ikut berkomentar.

Sebagai situs penyebar laporan anonymous, menurut Hendardi, produk IndoLeaks jelas bukanlah produk jurnalistik dan bukan pula liputan produk kerja lembaga penegak hukum yang layak dipercaya.

“Model kerja IndoLeaks ditujukan untuk membuat perdebatan di tengah masyarakat yang justru rentan dimanipulasi oleh siapa saja untuk tujuan menghancurkan kredibilitas dan integritas seseorang,” kata Hendardi dalam siaran persnya kepada suarabali.com, Jumat (12/10/2018).

Hendardi menilai tuduhan tersebut jelas sulit dibuktikan, karena tidak memiliki rujukan dan bukti-bukti yang valid. Memang, kata dia, satu-satunya cara untuk mengakhiri perdebatan itu adalah pembuktian yang dilakukan oleh penegak hukum.

“Sebagai tuduhan yang serius, maka pihak-pihak tertentu agar tidak melakukan politicking atas produk IndoLeaks tersebut. Cara berpolitik dengan mengkapitalisasi tuduhan yang tidak faktual sama saja melakukan proses reproduksi hoax yang merusak perpolitikan kita,” katanya..

Menurut dia, tuduhan serius IndoLeaks muncul sejalan dengan upaya Polri menangani sejumlah kasus yang melibatkan tokoh politik dan tokoh agama, termasuk hoax yang didesain dan diproduksi oleh Ratna Sarumpaet, yang kemudian sempat diafirmasi oleh Prabowo Subianto dkk.

“Kapolri dan jajaran Polri mesti tetap fokus dengan tugas pokoknya sebagai penegak hukum dan pengamanan serta pelayanan. Apalagi saat ini Asian Para Games, pertemuan IMF-World Bank, bencana Palu menuntut konsentrasi Polri. Polri juga harus memulai antisipasi berbagai ancaman menjelang Pemilu 2019,” pungkasnya. (Tjg/Sir)