Hari Pahlawan, Ribuan Buruh Tuntut Upah Layak

oleh
Demo riburuh tuntut upah layak, Jumat (10/11/2017). (Foto Ist)
banner 300250
Jakarta, suarabali,com – Bertepatan dengan hari Pahlawan 10 November, massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berunjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta dan Istana Negara, Jumat (10/11).
Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar Cahyono mengatakan, massa buruh yang datang dari beberapa daerah di sekitar Jakarta di antaranya dari Bandung, Bogor, dan Cilegon. Mereka diperkirakan akan tiba di Balai Kota pada pukul 10.00 WIB pagi ini.
“Buruh dari luar Jakarta berangkat dari kemarin tiba pagi ini,” ujar Kahar saat dihubungi Suara aku, Jumat (10/11).
Dalam unjuk rasa kali ini, mereka masih menyuarakan tuntutan upah layak terhadap buruh. Mereka juga berencana akan menemui Gubernur, atau Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Menanggapi aksi buruh tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno memastikan dirinya akan menemui serikat pekerja atau buruh yang berdemonstrasi di depan Balai Kota, hari ini.
Sandi menyebut, bukan hanya menemui, dia juga akan langsung menampung aspirasi yang disampaikan para peserta demo tersebut.
“Harus (temui), berdialog. Buruh adalah pahlawan ekonomi, kesejahteraan mereka belum terjamin. Kami tak akan tutup ruang komunikasi, saya akan temui, komunikasi dibuka selebar-lebarnya,” kata Sandi kepada wartawan di Lapangan Eks Irti Monas, Jakarta, Jum’at siang tadi.
Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengaku kecewa dengan upah minimum provinsi (UMP) 2018 sebesar Rp 3.648.035 yang ditetapkan Pemprov DKI. Mereka menyatakan akan menggelar aksi besar-besaran pada 10 November 2017, hari ini.
“Kami kecewa dengan Anies-Sandi yang tidak berani menetapkan upah minimal berdasarkan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Pasal 88. Kami pada tanggal 10 November akan aksi besar-besaran,” ujar Deputi Presiden KSPI, Muhammad Rusdi, kepada wartawan di kantor KSPI, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (3/11) lalu. (Tjg)