Hari Pahlawan: Mensos Ajak Heningkan Cipta Bersama 09.15 WITA

oleh
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Setiap tanggal 10 November, seluruh Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan yang didasari pada peristiwa pertempuran terhebat pada 10 November 1945 di Surabaya. Segenap rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama dan budaya bersatu menyerahkan jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan, Mensos Khofifah mengajak masyarakat Indonesia untuk mengheningkan cipta pada Hari Pahlawan 10 November.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak pengguna media sosial untuk memeriahkan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 dengan memviralkan lini masa dengan hashtag #pahlawanku , dan #haripahlawan.

“Silakan berbagi foto atau lokasi di mana pengguna medsos melakukan upacara peringatan Hari Pahlawan, atau mengabadikan foto setelah hening cipta, atau berfoto di logo-logo Hari Pahlawan di kota masing-masing. Jangan lupa bubuhkan #pahlawanku. Ayo kita trendingkan topik Hari Pahlawan agar di media sosial juga terbangun memori kolektif tentang jasa-jasa para pejuang bangsa,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Hari Pahlawan, lanjutnya, adalah saat yang tepat untuk mengenang para pendahulu bangsa, pahlawan dan perintis kemerdekaan, serta para pendiri Republik Indonesia.

“Bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” tutur Khofifah.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan hening cipta serentak selama 60 detik tepat pada 10 November pukul 08.15 (09.15 WITA) sesuai waktu masing-masing daerah. Hening cipta dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. Seluruh warga diharapkan menghentikan sementara kegiatannya dimana pun berada untuk mengheningkan cipta.

Selain Hening Cipta Serentak, Peringatan Hari Pahlawan juga dimeriahkan dengan beragam kegiatan. Dimulai dengan kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan yang melibatkan 400 pelajar dan santri berlayar dengan Kapal Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso 990 untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan. Kegiatan ini berlangsung di Selat Madura pada 30 Oktober hingga 1 November 2017.

Kegiatan berlanjut dengan Doa Lintas Agama dan Jalan Sehat Kebangsaan. Doa lintas agama dipimpin lima perwakilan pimpinan agama di arena Car Free Day (CFD) di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Acara ini diikuti berbagai komunitas, keluarga pahlawan, relawan dan masyarakat umum. (Hsg)