Hari Ini Tim Observasi ABK World Dream Diberangkatkan ke Pulau Sebaru

oleh
Kapal Pesiar World Dream. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Hari ini (26/2/2020), seluruh tim pendukung observasi anak buah kapal (ABK) yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) diberangkatkan ke Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Dari tim kesehatan dikirimkan 30 orang yang terdiri dari beberapa sub-tim mendampingi proses observasi selama 14 hari.


“Terdiri dari beberapa sub-tim yang akan memantau kondisi kesehatan ABK setiap hari. Kami akan menggunakan pola yang sama dengan proses observasi di Natuna. Kita akan melakukan pemeriksaan pagi dan sore,” katanya Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Achmad Yurianto melalui telekonferensi di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Lebih rinci dia menjelaskan, ada sub-tim Kesehatan Lingkungan yang bertanggungjawab terhadap kesehatan lingkungan, kondisi lingkungan, penanganan sampah, termasuk pengawasan dapur dan kualitas bahan makanan.

Sub-tim Surveilans, bertanggungjawab melakukan pencatatan hasil pengukuran, pendatan, dan pengolahan data penyakit potensial mewabah serta melaporkannya ke Kemenkes. “Ini (data dari surveilans) jadi bahan evaluasi untuk menentukan policy lebih lanjut,” kata dr. Ahmad.

Sub tim Layanan Medis terdiri dari 1 dokter spesialis paru, 1 dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, dan beberapa perawat.

“Ini secara keseluruhan yang nanti akan kita turunkan sub-timnya dan kita harapkan hari Rabu paling tidak mereka sudah berada di lokasi untuk kemudian melakukan pengecekan ABK secara keseluruhan,” ucap dr. Achmad.

Diperhitungkan, lanjut dr. Achmad, pada Jumat (28/2/2020) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, KRI Soeharso sudah sampai di Pulau Sebaru. Selanjutnya para ABK dapat diatur penempatannya untuk memulai observasi. (*)