Hari Ini Kasusnya Genap Setahun, Ini Komentar Novel Baswedan

oleh
Novel Baswedan. (Foto: detik.com)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com  – Peristiwa penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK, Novel Baswedan, sudah genap setahun. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda kasus itu akan terungkap. Novel Baswedan pun mengungkapkan kekecewaannya.

Awalnya, Novel Baswedan memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Jokowi yang menyatakan memberikan perhatian serius soal kasus teror air keras tersebut. Namun, sampai saat ini, belum ada tanda-tanda kasus itu akan terungkap.

“Saya juga secara pribadi, awalnya memberikan apresiasi dengan Pak Jokowi. Pak residen yang awalnya melihat ini sebagai hal yang serius, menagih ke Pak Kapolri,” ujar Novel seperti dikutip dari detikcom, Senin (9/4/2018).

“Tapi sekarang kok tetap seperti ini. Jadi, sekarang kurang lebih saya sekarang menunggu janji Pak Presiden, benar atau tidak,” imbuh Novel.

Novel menyebut penyerangan terhadap dirinya sebagai perang melawan pemberantasan korupsi. Novel pun menyebut teror air keras itu sebagai hal yang sangat buruk.

“Saya tidak sedang melakukan aktivitas pribadi, saya melakukan aktivitas untuk memberantas korupsi, untuk membela negara, tapi ketika terjadi seperti ini, ini sesuatu yang buruk,” ujar Novel.

Novel mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017. Saat itu, Jokowi menyebut tindakan teror itu sebagai sesuatu yang brutal.

“Ya itu tindakan brutal yang saya mengutuk keras. Kriminal, ini kriminal! Karena ini kriminal, urusannya Kapolri,” kata Jokowi tepat setahun lalu.

Komitmen Jokowi

Menanggapi kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan Presiden Jokowi tetap berkomitmen menuntaskan kasus tersebut.

“Tetaplah. Komitmen Presiden tidak berubah,” ujar Moeldoko saat ditanya tentang komitmen Jokowi dalam kasus Novel di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/4/2018).

Hal senada diungkapkan juru bicara Presiden, Johan Budi SP. Menurut dia, Presiden Jokowi sudah memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian ke Istana beberapa waktu lalu. Namun, belum dapat dipastikan apakah keduanya membahas tim gabungan pencari fakta kasus Novel.

“Pak Kapolri sudah bertemu Presiden. Waktu itu, saya lupa, beberapa waktu lalu,” ucap Johan.

Teror air keras terhadap Novel terjadi pada 11 April 2017 subuh. Saa itu, Novel disiram air keras di bagian wajah seusai salat subuh di masjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Novel sudah menjalani operasi pada mata kiri. Setelah beberapa bulan menjalani perawatan, Novel kembali ke Tanah Air pada Februari 2018. Novel kemudian kembali ke Singapura untuk menjalani operasi mata kedua. Polisi menegaskan tetap berkomitmen untuk mengungkap pelakunya.

“Kita tunggu saja. Yang terpenting komitmen Polda Metro Jaya kita pastikan untuk mengejar pelaku,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. (Dtk/Sir)