Hakim Tinggi Bali Ini Jadi Kandidat Pertama Uji Capim KPK di DPR

oleh
Nawawi Pomolango. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Nawawi Pomolango, hakim di Pengadilan Tinggi Bali, menjadi kandidat pertama yang menghadapi uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) para calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) di Komisi III, Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Sepuluh fraksi di Komisi III DPR secara bergantian mengajukan pertanyaan kritis kepada Nawawi. Anggota Komisi III DPR dari F-PPP Asrul Sani, misalnya, bertanya motivasi apa yang melatari sang calon ingin memimpin KPK kedepan.

“Saya ingin berada di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi,” kata Nawawi menjawab pertanyaan.

Dia juga menilai kinerja KPK jalan di tempat. Ibarat orang yang sedang berolahraga treadmill, terlihat berlari kencang, tapi ternyata hanya di tempat. Tak ada kemajuan. Bahkan, Nawawi juga melihat KPK sekarang seperti orang mabuk yang sedang berjalan terhuyung-huyung ke kiri dan kanan, tak pernah bisa berjalan lurus.

Di hadapan Komisi III DPR RI, Nawawi mengaku heran, mengapa KPK yang begitu banyak dapat dukungan publik tapi kinerjanya biasa saja. “Kenapa lembaga superpower ini hasil kerjanya kok biasa saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR dari F-NasDem Taufiqulhadi bertanya pula seputar perkara pidana korupsi apa saja yang pernah diputusnya sebagai hakim. Ada banyak perkara korupsi menyangkut nama-nama besar yang diadilinya.

Nawawi lalu mengaku pernah mengadili perkara korupsi mantan Ketua Umum PKS Lutfhi Hasan Ishak, pengusaha Fathonah, Hakim MK Patrialis Akbar, dan Ketua DPD RI Irman Gusman.

Pada bagian lain, Nawawi juga memaparkan, para penyelidik dan penyidik KPK tidak bisa diangkat dari pegawai biasa di KPK. Ini justru bagian dari kritik ke KPK sendiri yang kini banyak mengangkat penyelidik dari pegawai internalnya sendiri.

Nawawi sudah berkarier sebagai hakim selama 30 tahun. Usianya sudah 57 tahun dan masa pensiunnya pada usia 67 tahun. (*)