Hadiri Karya Ngenteg Linggih, Wabup Badung Nyumbang Rp 1,2 Miliar

oleh
Wabup Badung Ketut Suiasa secara simbolis menyerahkan bantuan hibah senilai Rp 1,2 miliar saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan lan Tawur Agung di Pura Kahyangan Luhur Batu Belig dan Kelembang, Tabanan, Senin (28/1/2019). (Ist)
banner 300250

Tabanan, suarabali.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan lan Tawur Agungdi Pura Kahyangan Luhur Batu Belig dan Kelembang di Desa Rijasa, Penebel, Tabanan, Senin (28/1/2019). Pada upacara mekebat daun dan mejejauman itu, Wabup Suiasa menyerahkan bantuan hibah secara simbolis sebesar Rp 1,2 miliar yang diterima Bendesa Adat Rijasa I Made Suparta.

Dalam kegiatan itu, Wabup Suiasa didampingi Penglingsir Puri Biaung I Gst. Ngurah Oka Sudarsana dan Kadis DPMPTSP Badung Agus Ariawan.

Suiasa mengatakan pemerintah dan masyarakat sebagai umat beragama, khususnya Hindu, wajib berpatisipasi menyukseskan pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih di Pura Luhur Batu Belig yang merupakan Pura Dang Kahyangan.

“Ini merupakan suatu kewajiban kita bersama sebagai umat. Pemerintah Kabupaten Badung sadar akan hal tersebut dan senantiasa ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan yadnya seperti ini. Kehadiran kami untuk ikut mendoakan, semoga yadnya yang dilaksanakan bisa berlangsung dengan baik sesuai dengan harapan,” katanya.

Selain itu, yadnya ini bukanlah semata-mata untuk masyarakat sendiri, tetapi suatu yadnya yang dipersembahkan buat kedamaian, keselamatan umat, dan alam semesta. “Dilihat dari segi nilai manfaatnya, yadnya ini adalah untuk kita semua, untuk kedamaian, kebaikan umat manusia di bumi ini, hanya saja yang melaksanakannya adalah krama di sini,” jelasnya.

Bendesa Adat Rijasa I Made Suparta mewakili krama pengempon Pura Kahyangan Luhur Batu Belig dan Kelembang Desa Adat Rijasa Penebel Tabanan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah memberikan dukungan sekala maupun niskala. Sehingga, karya ini dapat berjalan lancar, labda karya, dan sidaningdon.

Dia mengatakan puncak karya telah dilaksanakan pada 16 Januari 2019, dilanjutkan 2 Februari 2019 meajar-ajar dan nyegara gunung. (*)