Gunung Agung Masih Semburkan Asap Pekat Setinggi 2.000 Meter

oleh
Kondisi Gunung Agung pada Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 09.28 WITA. (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Hingga Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 09.28 WITA, Gunung Agung masih erupsi dengan kolom abu setinggi 2.000 meter di atas puncak kawah yang condong mengarah ke barat.

Erupsi Gunung Agung pagi ini diawali suara gemuruh yang terdengar dari wilayah Desa Sebudi, Selat, Karangasem. Asap pekat terpantau membubung tinggi dari puncak kawah Gunung Agung. Berdasarkan keterangan PVMBG, erupsi Gunung Agung terekam dengan amplitudo 24 mm dan durasi 3 menit 38 detik.

Sekitar pukul 09.49 WITA, relawan Pasebaya melaporkan dari wilayah timur teramati adanya embusan susulan. Di sisi lain, pasca erupsi tersebut, relawan Pasebaya bernama Ajik Mangku asal Badeg, Sebudi, Karangasem melaporkan adanya hujan abu tipis di wilayah Badeg.

Sementara pada Senin (2/7/2018) malam, erupsi Gunung Agung  melontarkan batu pijar hingga radius 2 kilometer dan material krikil hingga radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung.

Kepala Dusun Temukus, Besakih, Rendang, Karangasem, I Wayan Sudiana, mengatakan di wilayahnya yang berjarak 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung terkena lontaran pasir seukuran kerikil.

“Material ini terlontar hingga Temukus yang berjarak 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung,” ujarnya.

Menurut Sudiana, warga Temukus yang berada di radius 5 sampai 6 kilometer sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. (Stw/Sir)