Gubernur Pastika Sebut 61 Persen Anak SD di Bali Tidak Bugar

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerima kunjungan pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/7/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan sebanyak 61% anak SD di Bali tidak bugar, 90% berat badan anak SD di Bali tidak ideal, 95% anak-anak di Bali tidak suka makan sayur dan buah.

Gubernur Pastika memaparkan data hasil survei tersebut saat menerima kunjungan pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/7/2018). Kunjungan ini terkait program mewujudkan generasi emas melalui pelatihan dokter kecil di tingkat sekolah dasar.

Gubernur Pastika menyambut baik program PERSI tersebut. Menurut dia, mewujudkan negerasi emas Indonesia Sehat tidak mudah dan tidak instan. Akan tetapi, diperlukan usaha-usaha peningkatan dari segi kesehatan, pendidikan maupun lainnya secara kontinyu dan konsisten seperti program-program yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Untuk itu, kata Pastika, program mengedukasi para dokter kecil di tingkat sekolah dasar dan PAUD terkait pola hidup sehat sangat penting. Sebab, hasil survei menunjukkan bahwa 61% anak SD di Bali tidak bugar, 90% berat badan anak SD di Bali tidak ideal, 95% anak-anak di Bali tidak suka makan sayur dan buah.

Mencemati data tersebut, maka diperlukan suatu usaha preventif dalam mengedukasi anak-anak. “Saya sangat berharap dengan adanya program ini, maka tren perilaku anak-anak yang menyukai makanan cepat saji dapat diminimalisir. Sebab, pada umumnya makanan cepat saji membuat anak-anak malas makan buah dan sayur ataupun makan masakan rumah,” ujar Pastika.

Untuk itu, Pastika meminta agar PERSI memasukkan edukasi bahaya makanan cepat saji bagi kesehatan dalam program tersebut.

Hospital Social Responsibility PERSI dr. Gracecielia mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka mendukung program Kemeterian Kesehatan untuk mengembangkan program Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS).

“PERSI Pusat bekerja sama dengan PERSI Wilayah Bali akan menyelenggarakan program edukasi terhadap dokter kecil di tingkat sekolah dasar dan anak-anak PAUD melalui PKK yang ada di Bali,” kata dr. Gracecielia didampingi Ketua PERSI Wilayah Bali dr. I Gede  Patra.

Dia mengatakan ada 10 provinsi yang dituju untuk mengaplikasikan program tersebut guna menumbuhkan generasi emas Indonesia Sehat, salah satunya adalah Provinsi Bali.

“Secara teknis kami akan memberikan edukasi dan pelatihan untuk 1.000 guru SD dan PKK yang ada di Bali. Kemudian, para guru tersebut akan memberikan pelatihan kepada dokter kecil yang ada di sekolahnya masing-masing. Selanjutnya, para dokter tersebut akan mengedukasi teman-temannya terkait pentingnya melakukan aktivitas fisik, makan buah dan sayur, minum air putih serta pentingnya melakukan cek kesehatan,” paparnya.

Sedangkan untuk memastikan program tersebut akan berjalan atau tidak, maka pihaknya akan mengadakan monitoring dan evaluasi. Sehingga, misi pemerintah untuk mewujudkan generasi emas tahun 2045 dapat terlaksana dengan baik. (*/Sir)