Gubernur Pastika Resmikan Museum Samskriti Sindhu

oleh
Gubernur Pastika menandatangani prasasti peresmian Museum Samskriti Sindhu. (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meresmikan Museum Samskriti Sindhu, Museum of World Culture, di Anand Ashram, Ubud, Kabupaten Gianyar, Minggu (14/1/2018). Gubernur menandai peresmian museum itu dengan pengguntingan pita bersama Anand Krishna.

“Masyarakat Bali khususnya dan masyarakat dari belahan bumi manapun patut mengetahui perkembangan kebudayaan Hindu di Dunia yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu,” kata Gubernur Pastika kepada wartawan usai meresmikan museum tersebut.

Untuk itu, Pastika mengajak masyarakat mengunjungi museum tersebut serta mempelajari sejarah perkembangan Hindu yang bermula di India.

Gubernur juga mengatakan Ashram, khususnya Anand Ashram, telah mampu meningkatkan kualitas umat Hindu dalam pemahaman agamanya. Dia menilai kehadiran Ashram mampu membangun kualitas iman umat, terutama dalam pemahaman nilai-nila kehidupan. Spirit optimisme dan penuh kekeluargaan ditebarkan oleh para penghuni Ashram.

“Setelah saya mengikuti semua prosesi ini, saya menyadari bahwa Hindu itu tetap ada dan akan selamanya dicintai. Setelah kita semua tertawa di sini, bernyanyi dan memaknai Hindu dan kehidupan dengan indahnya, saya yakin Hindu akan selalu dicintai,” ungkapnya.

Apalagi, kata Pastika, Bali merupakan pusat World Hindu Parisad. Itu sebabnya, dia mengajak seluruh komponen untuk terus menyebarkan nilai-nilai Hindu yang luhur pada dunia.

Swami Anand Krishna, pendiri Anand Ashram, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Gubernur Bali beserta jajarannya terhadap umat Hindu. Museum tersebut, menurut dia, merupakan wujud kecintaannya terhadap agama Hindu dan peradaban yang berkembang pertama kali di India.

Swami Anand Krishna berharap museum tersebut dapat membantu generasi muda dari seluruh dunia untuk memahami dan mengapresiasi akar budaya dan peradaban yang sama, serta bermanaat juga bagi turis-turis asing yang mengunjungi Bali.

Sementara Ketua Yayasan Anand Ashram, Dr. Sayoga, mengatakan saat ini merupakan hari jadi yang ke-28 yayasan tersebut. Hingga saat ini, menurut dia, Anand Ashram telah menyelenggarakan berbagai kegiatan spiritual, sosial, pendidikan, dan kemanusiaan secara menyeluruh.

Melalui pembukaan museum tersebut, dia yakin dengan memahami akar budaya dan spiritual yang sama, barulah bisa diwujudkan kedamaian dan kehidupan yang harmonis.

“Sembari mengapresiasi perbedaan yang alami di antara kita, kita wujudkan keharmonisan dunia,” ungkapnya.

Dia menambahkan, museum tersebut dilengkapi dengan berbagai artefak yang terkait dengan peradaban kuno yang masih berkembang hingga saat ini. Peradaban tersebut adalah peradaban Sindhu-Saraswati atau Indus yang dipercaya telah memberikan sumbangsih besar bagi peradaban Barat dan peradaban-peradaban lainnya. (Sir)