Gubernur Pastika Launching Program Inovasi Desa Berbasis Digital

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika me-launching Program Inovasi Desa Berbasis Digital di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (8/8/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika me-launching Program Inovasi Desa Berbasis Digital di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (8/8/2018). Dalam kesempatan ini, Gubernur mengatakan keberhasilan program-program Bali Mandara yang telah berjalan selama ini tak lepas dari peran dan kepemimpinan para kepala desa di daerahnya.

Dalam acara yang dihadiri para kepala desa se-Bali tersebut, Gubernur Pastika mengatakan para pemimpin di desa adalah pemimpin pembangunan yang sesungguhnya. “Saya merasa berbahagia dapat hadir di tengah-tengah para Kepala Desa dan Lurah. Pahlawan pembangunan kita selama ini, yang memegang peran penting dalam pembangunan,” kata Pastika.

Pastika menambahkan, keberhasilan pembangunan nasional dan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh peran yang dijalankan Kepala Desa dan Lurah. Merekalah yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan menjalankan program-program yang dicanangkan oleh pemimpin di atasnya.

Menurut Pastika, yang tahu masalah sebenarnya di lapangan adalah para kepala desa. “Para petinggi itu jauh dari masalah yang nyata. Kecuali yang di atas itu turun ke bawah,” imbuh Pastika.

Namun, Pastika juga mengingatkan, jika masyarakat menderita, para kepala desa itu pula yang bertanggung jawab. Sebaliknya jika warga diurus dengan benar, maka karma baik diterima kepala desa.

Oleh karena itu, Pastika berharap agar dalam melayani rakyat, para kepala desa mengesampingkan ketidaksukaan, perbedaan politik dan semacamnya yang berakibat pada ketidakbenaran data di lapangan.

Terkait kehadiran program inovasi berbasis digital, Gubernur Pastika menilai program tersebut sebagai kesempatan emas bagi peningkatan kesejahteraan desa. Menurut dia, desa bisa menampilkan potensinya secara digital, sehingga bisa menarik kesempatan ekonomi yang lebih besar.

“Produk saudara di desa akan diketahui, tinggal tawar-menawar secara elektronik. Selain itu, jadi tahu produk apa yang dibuat desa lain”, tambah Pastika.

Pada kesempatan ini juga dilakukan dialog dengan penerima manfaat program Bali Mandara. Di antaranya, ada penerima bedah rumah, beasiswa miskin, JKBM dan Gerbangsadu. Para penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasih atas manfaat yang mereka terima dari program Bali Mandara.

Luh Asih, orangtua siswa SMA Bali Mandara, mengaku bersyukur anaknya bisa bersekolah SMA gratis. Orangtua yang membesarkan anaknya sendiri sejak sang anak berumur satu tahun itu mengaku sudah berpikir anaknya tak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

“Pemikiran saya lulus SMP mau jualan nasi saja,” kata Made Jodi Sahendra, anak Luh Asih yang kini duduk di kelas XII SMA Bali Mandara.

Sementara Kepala Desa Duda Timur Gede Pawana bersyukur Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Made Mangku Pastika menaruh perhatian terhadap desa miskin. Desa Duda Timur yang menjadi salah satu penerima program Gerbangsadu Mandara terus menggeliat dan menurun angka kemiskinannya.

Dilakukan pula penyerahan penghargaan kepada pemenang lomba. Untuk Lomba Desa Berprestasi Menurunkan Kemiskinan 2018, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli menjadi juara I. Disusul Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana sebagai juara II dan Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Gianyar, sebagai juara III.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ketut Lihadnyana, Provinsi Bali menjadi provinsi pertama yang menyelenggarakan lomba penurunan kemiskinan ini.

Untuk lomba desa, juara I diraih Desa Demulih, Kecamatan Susut, Bangli, juara II Desa Cemagi, Mengwi, Badung, dan juara III Desa Sukawati, Gianyar.

Sedangkan Lomba Kelurahan, juara I diraih oleh Kelurahan Kesiman, Denpasar, juara II Kelurahan Subagan, Karangasem, dan juara III Kelurahan Beng, Gianyar.

Lomba Teknologi Tepat Guna menempatkan Kelompok Yeh Pasih Leather dari Banjar Jawa, Buleleng sebagai juara I, disusul juara II kelompok Arang Bambu dari Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar, dan juara III kelompok Sekehe Toya Swadaya dari Desa Kayubihi, Bangli. (*)