Gubernur Pastika Kunjungi Lansia Miskin di Buleleng

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mengunjungi seorang warga lanjut usia di Br. Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kabupaten Buleleng, Selasa (29/5/2018). (Ist)
banner 300250

Buleleng, suarabali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengunjungi sejumlah warga lanjut usia (lansia) yang tidak mampu di Kabupaten Buleleng pada perayaan Hari Penampahan Galungan, Selasa (29/5/2018).

Kunjungan Gubernur Pastika ke sejumlah lansia di Kabupaten Buleleng diawali dengan mengunjungi Dadong Sasih yang tinggal seorang diri di gubuk reot berlantaikan tanah, berdiding terpal, dan beratapkan seng.

Gubuk yang ditempatinya saat ini berdiri di atas tanah milik orang lain (Nyakap). Dadong Sasih yang merupakan warga Br. Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Buleleng, ini sejatinya memiliki empat anak. Namun, semua anaknya sudah menikah. Anaknya sebenarnya ingin  mengajak Dadong Sasih tinggal di rumahnya. Namun, Dadong tidak mau merepotkan sang anak. Sedangkan suami Dadong Sasih telah lama meninggal.

Gubernur Bali yang didampingi sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali juga mengunjungi Ketut Sukranis (65) di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Ketut Sukranis yang biasa disebut Dadong Ranis mengalami kebutaan sejak usia 2 bulan dan hidup sebatang kara. Dia tidak memiliki suami dan anak yang merawat.

Masih di Desa yang sama, Gubernur beserta rombongan juga mengunjungi Pekak Loka (70) dan Made Suci (65), yang sehari-harinya bekerja membuat porosan yang dijual kepada tetangga di sekitarnya.

Made Suci mengalami gangguan pada penglihatannya. Melihat kondisi Made Suci, Gubernur menginstruksikan jajarannya agar segera membawa Made Suci berobat ke Rumah Sakit Mata Bali Mandara.

Dalam kunjungannya ke sejumlah lansia, Gubernur Bali menyerahkan sejumlah bantuan berupa sembako, uang tunai, daging babi serta nasi bungkus sebagai sarapan pagi bagi para lansia tersebut.

Pada waktu yang sama, Gubernur Pastika juga mengutus tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk membawakan bantuan kepada Dadong Mustri asal Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Buleleng. Dia kini hanya tinggal seorang diri. Ketiga anak perempuannya telah menikah. Alhasil, dia menjalani sisa hidupnya tanpa siapa-siapa.

Di usia senjanya, Dadong Mustri hanya bisa membungkuk saat berjalan. Di tengah kondisi ekonomi yang serba kekurangan, Dadong Mustri bersyukur memiliki Kartu Indonesia Sehat untuk berobat dan rutin memperoleh bantuan beras sejahtera.

Selama ini, Dadong Mustri hanya mengandalkan uang pemberian dari sang anak yang pada hari tertentu pulang menemuinya. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Pastika menitipkan bingkisan daging serta sejumlah uang untuk Dadong Mustri.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Pastika mengimbau Krama Bali untuk meningkatkan kepedulian antar sesama. Sebab, masih ada tetangga maupun orang di sekitar yang belum makan. Sedangkan di sisi lain ada yang berlimpahan makanan.

“Saya mengimbau kalau ada yang punya kemampuan lebih pada hari raya ini, tolong berbagilah dengan yang tidak mampu. Slogan menyaman braya, paras paros, Vasudhava Kutumbakam kita buktikan dengan aksi nyata dan tidak slogan semata. Para camat, kepala desa maupun Jero Bendesa juga saya imbau untuk sisir warganya yang kurang mampu dan bawa makanan untuk mereka,” tuturnya.

Lebih jauh Gubernur Pastika menyampaikan perayaan Hari Galungan sesungguhnya adalah perayaan kemenangan atas dharma melawan adharma atau kebaikan melawan keburukan, dimana kemenangan tersebut sesungguhnya adalah kemenangan dalam memerangi sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita sendiri.

Di hari raya Penampahan Galungan inilah sifat-sifat buruk dalam diri seperti dengki, iri hati, sombong, amarah, dan serakah kita perangi. “Kalau semua sifat buruk ini dapat kita perangi, maka keesokan harinya kita bisa merayakan Hari Raya Galungan. Itu artinya dharma sudah menang akan adharma,” imbuhnya. (*/Sir)