Gubernur Bali Minta Posko Bantuan Liar Ditertibkan

oleh
banner 300250

Denpasar, Suarabali.com -Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta kepada petugas untuk menertibkan dan membubarkan Posko Liar penanganan pengungsi Gunung Agung yang tersebar di seluruh pelosok Bali.

“Banyak posko liar bantuan pengungsi bermunculan di beberapa titik. Saya minta petugas harus menertibkan dan bubarkan. Kalau dibiarkan maka akan menyulitkan koordinasi dan pendistribusian bantuan dari petugas yang ada. Banyak sekali bantuan dari masyarakat umum, tetapi kalau tidak dikoordinir dengan baik, maka bisa difungsikan secara salah. Biarkan bantuan sosial itu dipusatkan di Posko Tanah Ampo,” ujarnya di Denpasar, Selasa (26/9).

 

Pastika juga mengimbau agar aksi penggalangan dana besar-besar di Bali yang dilakukan oleh ribuan komunitas dilakukan secara jujur dan transparan. Ia khawatir jika aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab yang justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya dengan mengatasnamakan korban pengungsian Gunung Agung.

Dalam sepekan terakhir, hampir seluruh traffic light di Bali ditemukan pemandangan aksi penggalan dana yang dilakukan oleh beberapa kelompok yang umumnya anak-anak muda. “Saya mengapresiasi semangat masyarakat untuk membantu saudaranya yang susah. Saya bukan melarang orang untuk menyumbang, tetapi memang kalau ada kelompok atau orang yang mau menyumbang apa saja, silakan langsung datang ke posko induk di Tanah Ampo, agar sumbangan itu bisa dicatatkan secara resmi, terkoordinir distribusinya secara jelas,” ujarnya.

Selain itu, Pastika juga memerintahkan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di Pemprov Bali selalu berada di Posko Pengungsian yang saat ini ada di 240 titik secara resmi di seluruh Bali.

“Staf di seluruh dinas terkait agar menugaskan satu orang, dan dipimpin langsung oleh kepala dinasnya untuk melakukan piket di psoko pengungsian. Ini setiap hari, untuk memudahkan koordinasi. Ada satu PNS yang berkantor di Posko, memantau berbagai hal yang kurang, bekerja sama dengan para relawan,” ujarnya.

Pastika mengingatkan, tugas PNS di seluruh dinas adalah penghubung, ikut mencatat bantuan yang masuk, melihat kekurangan logistik, mengiventariasi kebutuhan, melaporkan, dan berkoordinasi dengan Posko Induk Tanah Ampo.

“Ini tugas tambahan selama proses pengungsian terjadi. Namun, jangan sampai mengabaikan tugas rutin harian sebagai pelayan publik,” ujarnya.

Untuk legalitasnya, Pastika mengaku sudah mengeluarkan SK Penugasan ASN yang akan ditempatkan di Posko Pengungsian Gunung Agung.(mkf)