Gubernur Bali Ajak Pasemetonan Pasek Bersatu dan Jengah

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika melaksanakan persembahyangan di Pura Penataran Agung Catur Parhayangan Ratu Pasek, Br. Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Dawan, Klungkung, Senin (4/6/2018). (Ist)
banner 300250

Klungkung, suarabali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika melaksanakan persembahyangan dalam rangka puncak karya di Pura Penataran Agung Catur Parhayangan Ratu Pasek, Br. Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Dawan, Klungkung, Senin (4/6/2018).

Pada kesempatan itu, Gubernur Pastika mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memiliki ide, gagasan, dan pemikiran demi terwujudnya Pura Penataran Agung Catur Parhayangan Ratu Pasek.

Menurut dia, keberadaan pura bagi pasemetonan Pasek ini diharapkan dapat mempersatukan umat, khususnya semeton Pasek agar tidak terpecah. Untuk itu, Pastika mengajak seluruh semeton Pasek bersatu dan memiliki rasa jengah agar pasemetonan Pasek bisa terus menjadi besar.

“Saya merasa bahagia dan gembira, menyaksikan sesama pasemetonan Pasek menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mewujudkan pura (Pura Penataran Agung Catur Parhayangan Ratu Pasek) ini. Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada penglisir, sulinggih, pinandita yang telah mempelopori pendirian pura ini,” katanya.

“Apabila kita bersatu dan jengah, maka pasemetonan Pasek dapat menjadi kekuatan terbesar di Bali dan nusantara. Fungsi pura disamping untuk tempat sembahyang, namun juga sebagai tempat pemersatu. Gunakan pura ini untuk mempersatukan kita semua,” ujar Pastika di hadapan umat yang hadir.

Lebih lanjut, Pastika meminta semeton Pasek untuk memiliki rasa tanggungjawab terhadap keberadaan Bali maupun Hindu. Pastika juga meminta kepada generasi muda Pasek untuk menunjukkan kualitas guna menjadi pemimpin kedepan, karena generasi muda akan menjadi tumpuan bagi masa depan.

“Kita (semeton Pasek) harus bertanggungjawab terhadap Bali dan Hindu. Kita tunjukkan dengan prilaku kita. Berpikir, berkata, berbuat yang benar sesuai dengan ajaran dharma. Saya minta kepada semeton Pasek, tunjukkan kualitas kita yang sebenarnya. Bahwa kita bukan parekan, kita bukan budak, kita tidak bodoh,” paparnya.

“Tunjukkan bahwa kita layak menjadi yang lebih tinggi. Generasi muda harus jengah, karena kalian akan menjadi tumpuan masa depan kita. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk bersatu. Kita harus siapkan generasi untuk menjadi pemimpin Bali selanjutnya,” pungkasnya.

Dalam persembahyanan itu, Gubernur Pastika didampingi Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra. (*/Sir)