Giri Prasta Minta Generasi Muda Hindu Tetap Ingat Budaya Bali

oleh
Bupati Badung Giri Prasta saat memberikan kuliah umum di hadapan 652 mahasiswa baru Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Selasa (3/9/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Bupati Badung Giri Prasta berharap agar generasi muda Hindu senantiasa eling (ingat) dengan budaya asli Bali, tetapi tidak lupa juga mengikuti perkembangan zaman.

“Era globalisasi harus kita ikuti, tetapi jangan sampai tercabut dari akar adat dan budaya kita,” katanya saat memberikan materi kuliah umum di hadapan 652 mahasiswa baru Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Selasa (3/9/2019).

Giri Prasta memaparkan peran Pemerintah Kabupaten Badung dalam meningkatkan SDM umat Hindu. “Dengan kebijakan politik anggaran selaku Bupati menerapkan implementasi kegiatan keagamaan, khususnya Agama Hindu,” katanya.

Yang pertama, Pemkab Badung telah mendirikan PAUD dan TK Berbahasa Ibu/Bahasa Bali. “Bahasa Bali wajib, bahasa Indonesia dilaksanakan karena kita NKRI, sedangkan untuk bahasa asing lainnya pelajari,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan tentang pembangunan Taman Bumi Banten yang berlokasi di Pelaba Pura Puncak Tedung seluas 19 hektare. “Ini kami lakukan agar kebutuhan akan sarana upacara dapat kita penuhi sendiri. Bahkan, kami sekarang sudah menerapkan taman usada, yang merupakan taman dengan tanaman organik yang bisa dijadikan obat-obatan tradisional,” paparnya.

Sebagai penutup, Giri Prasta menjelaskan komitmen Badung sejak tahun 2016 setiap hari Kamis menggunakan aksara Bali, berbusana adat Bali, dan berbahasa Bali. “Inilah kebijakan dasar yang kami lakukan di Kabupaten Badung, termasuk kami memiliki 534 sekaa teruna. Setiap memperingati HUT, kami memberikan bantuan dana motivasi Rp 24 Juta dan kebutuhan sekaa teruna lainya untuk pelestarian adat, seni dan budaya,” tambahnya.

Sementara Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IHDN Ida Bagus Gede Candrawan menyampaikan terima kasih dan penghargaan stinggi-tingginya kepada Bupati Badung yang telah berkesempatan hadir untuk memberikan pembekalan kuliah umum kepada mahasiswa upanayana.

Dia menjelaskan, kegiatan mahasiswa upanayana ini merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh kampus IHDN. Jumlah pesertanya 652 orang dari berbagai provinsi di Indonesia, di antaranya dari Maluku, Sulawesi, dan Sumatera.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dan diisi berbagai kegiatan, salah satunya bakti sosial. Pada 7 September nanti akan diadakan pewintenan di Pura Luhur Uluwatu. “Ini merupakan tradisi yang sudah dari dulu berjalan terhadap mahasiswa baru yang akan kuliah di IHDN Denpasar,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, kata dia, IHDN memilih Bupati Badung sebagai narasumber dengan pertimbangan melihat sosoknya sebagai pemimpin yang memiliki komitmen dengan pembangunan Hindu khususnya serta perhatiannya terhadap generasi muda.

“Semoga apa yang beliau sampaikan bisa menjadi acuan dan motivasi untuk kita semua, terutama kaum muda IHDN Denpasar,” ungkapnya. (*)