Giri Prasta Gelontorkan Rp 31,5 Miliar untuk Bangun Rumah Layak Huni

oleh
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana BRLH kepada 565 masyarakat Badung di Wantilan Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Rabu (19/6/2019). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana Bantuan Rumah Layak Huni (BRLH) senilai mencapai Rp 31,57 miliar kepada 565 masyarakat Badung. Masyarakat penerima masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp 55 juta. Dana ini telah ditransfer ke rekening penerima melalui Bank BPD Bali dan tidak dikenakan pajak.

Saat penyerahan dana BRLH di Wantilan Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Rabu (19/6/2019, Giri Prasta mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Pola Pembagunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Kabupaten Badung poin pertama, yaitu sandang, pangan, dan papan yang di dalamnya terdapat program bedah rumah, rehab berat dan ringan.

Giri Prasta mengatakan penerima dana BRLH merupakan masyarakat berpenghasilan rendah. Dari BRLH, kata dia, akan berlanjut ke bantuan bedah warung dan bedah WC.

“Untuk program bantuan bedah rumah sebanyak 3.000 bagi masyarakat kategori KK miskin sesuai data Dinas Sosial telah kami tuntaskan di tahun 2018. Sekarang berlanjut dengan program bantuan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkapnya.

Untuk pembangunan rumah, Giri Prasta meminta agar dilakukan secara gotong-royong dan bentuknya juga seragam, yang dilengkapi dua kamar tidur, satu ruang tamu, kamar mandi, dan dapur.

“Bantuan ini agar dimanfaatkan dengan baik. Kedepan juga akan diberi bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan usaha dan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Badung, AA Bayu Kumara menjelaskan, guna mewujudkan misi meningkatkan daya saing daerah melalui peningkatan SDM dan infrastruktur daerah, maka dalam rencana kerja pemerintah daerah direncanakan BRLH setiap tahun. Program ini sejalan dengan agenda menuntaskan masyarakat miskin dan memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah.

Program tersebut mulai digulirkan sejak tahun 2016 dan tahun ini memasuki tahun ketiga. Jumlah permohon bantuan sebanyak 6.846 KK atau 4,80 persen dari jumlah KK di Badung. Setelah verifikasi, yang layak mendapat bantuan sebanyak 2.180 KK atau 31,84 persen dari seluruh permohonan.

Yang sudah mendapat bantuan sebanyak 775 KK dengan jumlah dana Rp 42,185 miliar. Untuk tahun ini dibantu 565 KK dengan nilai Rp 31,75 miliar. Jadi, BRLH hingga tahun 2019 sebanyak 1.332 KK atau 0,94 persen dari jumlah KK di Badung dengan jumlah anggaran Rp 73,260 miliar, rinciannya Rp 55 juta per rumah.
Menurut dia, kriteria calon penerima BRLH, yaitu KK warga Badung, memiliki atau menguasai tanah dengan legalitas dan tidak dalam sengketa, belum memiliki rumah atau menempati rumah satu- satunya dengan kondisi tidak layak huni, belum pernah memperolah bantuan rumah dari pemerintah, serta berpenghasilan paling banyak senilai upah minimun daerah. (*)