Giliran Warga Desa Seminyak Dirikan Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa

oleh
Warga Desa Adat Seminyak mendirikan baliho menolak reklamasi Teluk Benoa di perempatan Jalan Kunti Seminyak. (Ist)
banner 300250

Seminyak, suarabali.com – Untuk kesekian kalinya, warga mendirikan baliho besar bertuliskan sikap penolakan mereka terhadap reklamasi Teluk Benoa. Kali ini, warga Desa Adat Seminyak yang tergabung dalam Forum Aksi Nyata Seminyak (FANSeminyak) mendirikan baliho serupa di perempatan Jl. Kunti Seminyak.

Pendirian baliho itu terkait dengan izin lokasi reklamasi yang dipegang PT TWBI yang akan berakhir pada Agustus 2018. Warga berharap izin lokasi reklamasi itu tidak diperpanjang lagi.

Ketua FAN Seminyak I Made Ludra Santika mengatakan pemilihan warna Tridatu pada baliho bertujuan agar para pejuang dan perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa memperoleh kerahayuan. “Segala butakala yang ingin mengganggu dapat diredam,” ujarnya.

Sedangkan tiga kepalan tangan kiri menunjukkan sikap Desa Adat Seminyak sebagai salah satu dari pasubayan dan FAN Seminyak sebagai pelaksana teknis yang masih konsisten berjuang sampai saat ini.

Akhir Januari 2018, para pemuda yang tergabung dalam Komunitas Cucu Leak Dungun dan Komunitas Ceningan Bersatu di Pulau Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, juga mendirikan lima baliho bertuliskan: Kosisten Menolak Reklamasi Teluk Benoa.

I Gede Ardika, koordinator pemasangan baliho di Ceningan, mengatakan pemasangan baliho tersebut sebagai wujud  sikap keras para pemuda di Nusa Ceningan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.

“Bercermin pada reklamasi Pulau Serangan, kami tidak mau kehilangan pantai-pantai di Pulau Bali pada umumnya, khusunya di Lembongan dan Ceningan, yang mengalami abrasi besar-besaran serta mengalami kerusakan ekosistem,” tegasnya, Sabtu (27/1/2018).

I Wayan Budi Sukarta, koordinator pemasangan baliho di Lembongan, mengatakan pemuda di Lembongan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa merupakan murni dari hati nurani pemuda.

“Kegiatan yang kami lakukan ini murni dari hati kami. Tidak ada yang menunggangi. Kami anak pulau yang menginginkan Bali tetap lestari tanpa reklamasi,”  ungkapnya.

Hal senada dikatakan I Wayan Budiarsana, koordinator pemasangan baliho di Lembongan pada Kamis (26/1/2018), mengatakan para pemuda di Lembongan dan Ceningan siap bersama-sama rakyat Bali lainnya untuk memenangkan pembatalan reklamasi Teluk Benoa dengan terus menjaga semangat perjuangan di kalangan pemuda.

“Kami tahu perjuangan ini tidak mudah, sehingga semangat perlu terus dikobarkan. Untuk itu, kami akan terus melakukan aksi-aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa di Ceningan dan Lembongan,” pungkasnya. (Sir)