Gianyar Menuju World Craft City

oleh
Tim evaluasi dari World Craft Council (WCC) mengunjungi Kabupaten Gianyar untuk mengevaluasi usulan Gianyar sebagai Kota Kerajinan Dunia. (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Dewan Kerajinan Dunia atau World Craft Council (WCC) menerjunkan tim ke Kabupaten Gianyar untuk melakukan evaluasi terhadap usulan Gianyar sebagai Kota Kerajinan Dunia atau World Craft City.

Ketua Tim Evaluasi WCC Madam Ghada Hiijawi Quddumi yang didampingi Ketua Bidang Promosi Dekranas Pusat Franciska Lembong diterima di Ruang Pertemuan Rumah Luwih di  Desa Lebih, Gianyar pada 29 September 2018.

Seperti dirilis gianyarkab.go.id, tim dari WWC diterima Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra didampingi istri Wakil Bupati Gianyar Diana Dewi Agung Mayun dan beberapa pengurus Dekranasda Kabupaten Gianyar.

Tim Evaluasi WCC mengunjungi Cahaya Silver di Desa Celuk. (ist)

Seperti diketahui Gianyar menjadi kota kedua di Indonesia setelah Yogyakarta yang diusulkan menjadi anggota Kota Kerajinan Dunia atau WCC. Hal ini dirasa pantas mengingat segala bentuk seni dan kerajinan dapat hidup dan berkembang di Gianyar. Apalagi Gianyar banyak didukung seniman-seniman muda yang kreatif dan inovatif.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Evaluasi WCC Madam Ghada mengatakan Kabupaten Gianyar diusulkan menjadi anggota WCC, karena dinilai yang paling memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh WCC dalam upaya pengembangan industri kerajinan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di Gianyar.

Penilaian yang dianggap menonjol, menurut Madam Ghada, adalah peranan Pemkab Gianyar dalam pelestarian dan juga peranan lembaga pendidikan, khususnya kurikulum sekolah menengah, yang ada di Gianyar.

Ada tujuh kriteria yang harus dipenuhi Gianyar agar dapat ditetapkan oleh WCC sebagai Kota Kerajinan Dunia dalam pengembangan industri kerajinan, yakni authenticity (historical value), originality (cultural value), preservation (transgeneration value), marketability (economic value), ecofriendly (green value), internationality (global value), dan sustainabiliy (consistency value) terhadap produk industri kerajinan di Gianyar.

Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengatakan Pemkab Gianyar dan Dekranasda Kabupaten Gianyar mengusulkan Gianyar masuk keanggotaan World Craft City untuk mengenalkan para perajin Gianyar dengan perajin yang ada di luar negeri.

Selain itu, membuka peluang bagi perajin Gianyar untuk berinteraksi dengan perajin luar negeri. Sehingga, terjadi alih pengetahuan dan menjalin kerjasama dengan para perajin dari luar agar produk-produk seni kerajinan Gianyar bisa tembus pasar global.

“Kabupaten Gianyar diusulkan menjadi anggota WCC merupakan suatu kebanggaan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar produk kerajinan di Gianyar dikenal di dunia.  Sehingga, dalam dua hari  evaluasi ini, kami akan mengajak tim untuk melihat bagaimana proses dan pembuatan, sehingga memberi peluang pada pengrajin Gianyar untuk mempromosilan produk mereka,” papar Surya Adnyani Mahayastra

Industri kerajinan di Kabupaten Gianyar merupakan salah satu industri yang berlandaskan pada kreativitas para seniman, dikerjakan secara manual serta merupakan hasil cipta, rasa dan karsa. Industri kerajinan terbukti mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan membuka peluang kerja. Untuk meningkatkan daya saing inilah diperlukan adanya kerjasama usaha dan teknologi informasi dengan para perajin yang ada di luar negeri.

Pada kesempatan kunjungan pertama itu, Tim Evaluasi WCC mengunjungi Cahaya Silver di Desa Celuk, SMIK 1 Sukawati, Kerajinan Tenun Putri Ayu Blahbatuh, dan Museum Alon Desa Mas Ubud. Sedangkan pada hari kedua (30/9/2018),  Tim Evaluasi WCC mengunjungi Museum Neka Ubud dan Pasar Ubud sebagai pusat perdagangan kerajinan dan Museum Blanko Ubud.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra sempat beramah-tamah dengan Tim Evaluasi WCC di Puri Agung Gianyar. Dia mengatakan ada beberapa manfaat yang bisa didapat dengan masuknya Gianyar sebagai anggota WCC.

Di antaranya, dapat menggali kembali nilai-nilai sejarah seni kerajinan Gianyar, dapat mengenali keaslian kerajinan Gianyar, melestarikan seni kerajinan, mengembangkan nilai ekonomi seni dan budaya, mengarahkan kegiatan industri kerajinan yang ramah lingkungan, mengenalkan seni kerajinan Gianyar pada dunia,  dan mempertebal komitmen untuk melanjutkan kreativitas seni dan kerajinan di Gianyar. (*)