Fahri Hamzah Dorong Gerakan ‘Koin untuk Lombok’

oleh
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (Ist)
banner 300250

Lombok, suarabali.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali mengunjungi lokasi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Fahri yang didampingi para relawan menyerahkan bantuan yang berhasil dikumpulkan dari beberapa kolega dan keluarganya.

Fahri kembali mengusulkan kepada pemerintah untuk menjadikan status bencana di Lombok sebagai bencana nasional. Bahkan, dirinya bersama rekan-rekannya mendorong gerakan ‘Koin untuk Lombok’ sebagai bantuan untuk recovery korban gempa.

“Hari ini saya tiba kembali di Pulau Lombok, sebuah pulau yang malang akibat dilanda musibah gempa yang bertubi-tubi. Saya mengusulkan kepada pemerintah untuk menjadikan status bencana di sini sebagai bencana nasional,” kata Fahri di Lombok, NTB, Rabu (8/8/2018).

Alasan Fahri mengusulkan agar bencana di Lombok sebagai bencana nasional, karena terjadi gempa hampir 800-an kali getaran dan 2 kali puncak gempa yang mematikan. Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang pulau utama NTB ini disebabkan aktivitas Sesar Naik Flores  (Flores Back Arc Thrust). Tak lama setelah gempa pertama itu, menyusul gempa berkekuatan 7 SR.

“Dampak gempa itu terlihat di Sambelia dan Sembalun, Lombok Timur serta Bayan, Lombok Utara. Sebagian rumah warga rata dengan tanah, fasilitas ibadah, pendidikan dan kesehatan juga retak-retak atau roboh,” beber Fahri.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu mengatakan, pada gempa yang terjadi pada 29 Juli lalu merobohkan beberapa infrastruktur dan rumah-rumah warga. Kurang lebih 20 orang warga dan wisatawan meninggal dunia, serta ratusan luka-luka dan ribuan yang bertahan di tenda-tenda pengungsi.

“Alhamdulillah, respon pemerintah cepat. Bantuan dari berbagai Non Goverment Organization (NGO) dan lembaga charity mengalir sampai kepada korban. Sepanjang jalur Sambelia, Sembalun, kamp pengungsi dengan bantuan dari berbagai elemen masyarakat. Disaat seperti inilah, kita berbagi,” ucapnya.

Namun, gempa susulan yang terjadi pada 5 Agustus 2018, dampaknya jauh lebih besar. Jika sebelumnya banyak korban berjatuhan dan reruntuhan, utamanya di 3 kecamatan Sambelia, Sembalun dan Bayan. Kali ini, tercatat sebanyak 5 kabupaten kota, bahkan setengah Pulau Lombok juga terkena dampaknya.

“Ini di Lombok Utara seperti daerah mati. Di sanalah episentrum gempa kali ini. Lombok Timur, Lombok Barat, Mataram dan Lombok Tengah juga terkena. Sepanjang jalan raya rumah-rumah hancur berantakan. Seperti habis dilibas ekor raksasa,” kata Fahri.

Menurut politisi dapil NTB itu, penyelesaian gempa Lombok ini, tidak cukup hanya ditangani dari Lombok. Tetapi, gempa ini harus ditangani secara nasional dengan pasokan sumber daya dari luar NTB.

“Pak Jokowi, juga para menteri terkaitnya, tolong lihatlah tempat kami. Setengah pulau kami roboh, ratusan orang meninggal ditambah lagi dengan putusnya aliran listrik dan air. Sumber daya lokal juga sudah tidak lagi memadai. Ini bencana nasional,” tegas Fahri.

Menyinggung soal recovery pasca gempa, Fahri menyebutkan kalau itu memerlukan waktu yang lama, dengan melihat sendiri dampak dari gempa tersebut. Seperti, Lombok Utara mesti dibangun ulang, kabupaten yang lain juga mesti diperhatikan.

“Recovery pariwisata kita juga mesti menjadi perhatian serius. Saya bersama rekan-rekan juga sedang mendorong gerakan ‘Koin untuk Lombok’. Gerakan solidaritas nasional untuk recovery  korban gempa. Ini mesti menjadi gerakan nasional. Saya perhatikan respon masyarakat sipil luar biasa,” ucapnya seraya mengingatkan yang paling penting adalah evakuasi korban, menangani pengungsi itu prioritas utama.

“Bangunan hanyalah benda mati. Tapi manusia ini bernyawa. Mereka adalah prioritas kita. Gempa ini menimbulkan luka. Bukan luka yang biasa. Ini luka yang dalam. Jadi, mari bersama dalam gerakan ‘Koin untuk Lombok’. Pak, bencana gempa Lombok adalah bencana nasional. Jangan lagi mengatakan, gempa lombok bukan bencana nasional. Ini bencana besar. Ini bencana nasional. Ini akan lama,” pungkas Fahri.

Selain menyerahkan bantuan tahap tiga, Fahri beserta rombongan menyempatkan diri melakukan inspeksi ke posko darurat gempa milik TNI di Kabupaten Lombok Utara. Di sana, Fahri berdialog dengan petugas dan juga masyarakat korban gempa yang mengungsi di posko tersebut. (*)