Fadli Zon Minta Pemberian e-KTP untuk WNA Ditinjau Ulang

oleh
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pemberian KTP Elektronik (e-KTP) bagi warga negara asing (WNA) ditinjau ulang. Alasannya, e-KTP filosofinya merupakan identitas untuk warga negara Indonesia (WNI) atau penduduk Indonesia yang permanen.

“Kita juga tidak mengenal double kewarganegaraan. Oleh karena itu, jika dikatakan hal itu sudah sesuai dengan undang-undang, maka akan kita kaji apa memang dalam undang-undangnya seperti itu. Kalau undang-undangnya disalah-interpretasikan, kalau perlu undang-undangnya direvisi. KTP-el ya harus untuk Warga Negara Indonesia,” ujar Fadli usai rapat paripurna di Gedung Nusantara II DPR RI Jakarta, Senin (4/3/2019).

Politisi Partai Gerindra menilai hal itu akan membahayakan jika e-KTPl tersebut diberikan kepada WNA, karena bisa disalahgunakan oleh orang tersebut. Misalnya untuk membeli lahan, membuka rekening bank, dan lain sebagainya. Terlebih lagi jika jumlahnya berjuta-juta. Bagi seorang WNA untuk menjadi WNI prosesnya sangat panjang.

“Jika pun mau dengan jalan cepat, ya harus memiliki sebuah prestasi tertentu, seperti menjadi juara dunia olahraga tertentu. Itupun harus mendapat persetujuan DPR RI, serta melalui sejumlah tes kewarganegaraan. Misalnya harus hafal Pancasila dan lain sebagainya,” ungkap Fadli.

Terkait Pemilu dan lainnya, menurut legislator dapil Jawa Barat V ini, harus dibereskan dulu hal-hal seperti data ganda dan data invalid dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Tujuannya, agar data-data bermasalah ini tidak ikut Pemilu, sehingga Pemilu nanti benar-benar bersih. (*)