Elegi Hidup Wayan Lung, Lansia yang Lumpuh Sejak Usia 3 Bulan

oleh
Wayan Lung. (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Keterbatasan ekonomi ditambah kondisi fisik yang lemah membuat hidup Wayan Lung (70) semakin terasa berat. Warga Br. Pasiatin Kaler, Seraya Barat, Karangasem, ini sudah menderita cacat fisik akibat polio sejak dia berumur tiga bulan.

Menurut iparnya, Wayan Lung sehari-hari dibantu oleh ipar dan keponakannya yang serumah dengannya, baik dalam kepentingan mengambil makan, mandi, bahkan buang air besar (BAB). Sebab, kondisi otot tangan dan kakinya kaku yang mengakibatkan Wayan Lung tidak bisa bergerak terlalu banyak.

Bahkan untuk makan dan minum, Wayan Lung tidak dapat memasukkan ke mulutnya, tetapi harus menggunakan bantuan kaleng bekas sebagai penumpu piring dan gelasnya.

Dengan bantuan tongkat bambu kecil,  Wayan Lung berusaha menggerakkan kain di tubuhnya untuk sekadar membersihkan mata atau menggaruk kepalanya ketika terasa gatal.

Sekalipun sudah mendapatkan penanganan dari pemerintah (instansi terkait) dan donatur untuk tempat tinggal dan kesehatannya, tetapi karena keterbatasan yang dimilikinya, Wayan Lung sangat kurus. Terlihat hanya kulit membungkus tulangnya.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari, Wayan Lung hanya meminta kepada saudara, ipar, dan keponakannya serta bantuan beras sejahtera dari pemerintah.

Untuk meringankan beban hidup keluarga ini, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menitipkan bantuan yang diharapkan dapat digunakan untuk kepentingan hidup Wayan Lung.

Senin (14/5/2018), tim dari Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali mengunjungi tempat tinggal Wayan Lung di Br. Pasiatin Kaler, Desa Seraya Barat, Karangasem. (*/Sir)