Ekspor Perdana 40 Ton Daging Ayam Beku ke Republik Benin

oleh
Sebanyak 40,2 ton daging ayam beku senilai Rp 2,2 miliar diekspor ke Benin, Afrika barat, melalui Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Selasa (21/5/2019). (Ist)
banner 300250

Surabaya, suarabali.com – Sebanyak 40.291,07 kilogran (40,2 ton)  daging ayam beku senilai Rp 2,2 miliar diekspor ke Benin, Afrika barat, menggunakan kapal Jonathan Swift 921 W melalui Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Selasa (21/5/2019). Daging ayam beku ini terdiri dari frozen whole chicken dan frozen chicken leg yang dikemas dalam 3.672 karton.

Republik Benin adalah negara kecil yang berada di antara Nigeria dan Togo. Negara ini memercayakan kebutuhan daging ayamnya pada Indonesia.

Rakhmi Rossari, dokter hewan Karantina Pertanian Surabaya, yang melakukan pemeriksaan pada 18 Mei 2019 di Pati, Jawa Tengah, menyatakan bahwa dokumen persyaratan dinyatakan lengkap dan sah, serta pemeriksaan fisik sesuai dan terkemas dalam keadaan baik, komoditas tersebut layak untuk diberangkatkan dengan menerbitkan Sertifikat Sanitasi Produk Hewan (KH-12).

Selain harus dilengkapi dengan sertifikat tersebut, persyaratan lain yang harus dipenuhi adalah import permit dari negara tujuan, yaitu berupa sertifikat bebas Avian Influenza, sertifikat tempat pemotongan hewan, sertifikat breeding farm, dan hasil laboratorium.

Pemeriksaan lanjutan tehadap kontainer dilakukan pada 19 Mei 2019 di Terminal Teluk Lamong. Hal ini dilakukan guna memastikan refrigerated container (reefer) masih layak dan suhu kemasan optimal, sehingga daging ayam beku terjaga rantai dinginnya sampai negara tujuan.

Karantina Pertanian Surabaya menjalin kerja sama dengan Terminal Teluk Lamong dalam memberi pelayanan guna mendukung akselerasi ekspor.(*)